Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Google Lyria 3 Kini Hadir di Gemini AI, Bikin Lagu Cuma Modal Foto dan Teks!

Bhagas Dani Purwoko • Selasa, 24 Februari 2026 | 16:16 WIB

 

GOOGLE DEEPMIND: Google merilis Google Lyria 3 untuk bikin musik dengan bantuan AI.
GOOGLE DEEPMIND: Google merilis Google Lyria 3 untuk bikin musik dengan bantuan AI.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pernahkah Anda membayangkan bisa membuat lagu dengan vokal, melodi, dan lirik hanya dengan mengetikkan beberapa kalimat atau mengunggah sebuah foto?

Hingga beberapa tahun lalu, menciptakan musik membutuhkan setidaknya satu dari tiga hal: bakat bermusik, software produksi yang mahal, atau kesabaran tingkat dewa.

Namun, startup AI seperti Suno mengubah aturan main tersebut, meraup pendapatan hingga $200 juta dan mengubah teks menjadi lagu dalam hitungan detik.

Kini, raksasa teknologi Google memutuskan untuk ikut bermain. Melalui divisi riset canggihnya, DeepMind, Google resmi meluncurkan Lyria 3, model pembuatan musik bertenaga AI yang kini terintegrasi langsung ke dalam asisten pintar andalan mereka, Gemini.

Baca Juga: Tanpa Menunggu Lama, Komdigi Putuskan Blokir Grok Imbas Penyalahgunaan AI di Media Sosial

Pertanyaannya: Apakah inovasi Google ini akan mematikan platform mandiri seperti Suno, atau justru memperluas ekosistem musik digital secara keseluruhan?

Kreasi Tanpa Batas Langsung dari Gemini AI

Berbeda dengan Suno yang mengharuskan Anda membuka platform terpisah, Google menyematkan Lyria 3 tepat di tempat jutaan penggunanya berada: browser dan smartphone Anda.

Fitur ini memungkinkan pengguna Gemini (termasuk Anda yang sedang membaca artikel ini) untuk menghasilkan lagu orisinal berdurasi 30 detik.

Kerennya lagi, Lyria 3 tidak hanya menerima perintah teks (Prompt-to-Audio). Anda bisa mengunggah foto matahari terbenam atau video pendek, lalu Gemini akan menganalisis visual tersebut dan menyusun soundtrack berkualitas tinggi yang pas dengan nuansanya.

Baca Juga: 7 Alasan Konten dan Cerita AI Begitu Populer di Kalangan Orang Tua Indonesia: Fenomena 'Magic' di Layar Ponsel

Keunggulan Utama Lyria 3:

  1. Lirik Otomatis Multibahasa: Jika versi sebelumnya mengharuskan pengguna memasukkan lirik sendiri, Lyria 3 dibekali alat terintegrasi bernama Nano Banana. Alat ini mampu menulis lirik dan menyanyikannya dalam 8 bahasa (Inggris, Jerman, Spanyol, Prancis, Hindi, Jepang, Korea, dan Portugis).

  2. Kontrol Musikal Tingkat Tinggi: Anda bisa mengatur karakter vokal, tempo, genre (dari Pop, Funk, hingga Lo-Fi), dan tekstur akustik dengan presisi luar biasa.

  3. Kualitas Studio (48kHz): Menghasilkan audio stereo 16-bit PCM yang jernih, bukan sekadar loop MIDI murahan.

  4. Akses Gratis: Untuk saat ini, fitur ini digulirkan secara gratis di versi web Gemini, dengan dukungan aplikasi seluler menyusul dalam beberapa hari ke depan.

Mengapa Hanya 30 Detik?

Mungkin Anda bertanya, "Kenapa cuma 30 detik? Suno bisa bikin lagu berdurasi menit!" Google sangat memahami perilaku konsumen modern.

Baca Juga: 7 Cara Mengajar Efektif untuk Mengatasi Fenomena Siswa Menggunakan AI untuk Kerjakan Tugas atau PR

Data menunjukkan bahwa sebagian besar musik yang dihasilkan AI digunakan untuk konten berdurasi pendek, seperti YouTube Shorts, Instagram Reels, atau TikTok.

Dengan mengintegrasikan Lyria ke fitur Dream Track di YouTube, Google menciptakan ekosistem tertutup: kreator bisa membuat musik latar bebas royalti yang spesifik untuk video pendek mereka, langsung di platform yang sama.

Suno V5 vs Google Lyria 3: Siapa yang Menang?

Masuknya Google ke ranah ini memicu perbandingan langsung dengan Suno V5 dan kompetitor lain seperti Udio. Konsultan digital CTOL Digital Solutions baru-baru ini melakukan uji coba internal yang ketat. Hasilnya cukup mengejutkan:

Kesimpulan CTOL: "Lyria 3 adalah pencapaian luar biasa bagi Google, namun Suno V5 masih unggul di hampir semua aspek kreativitas musikal."

Berikut adalah tabel perbandingan singkatnya:

Fitur Google Lyria 3 Suno (v5) Udio (v1.5/Pro)
Kekuatan Utama Kecepatan & Integrasi Multimodal (Teks/Gambar) Lagu pop catchy & klip viral Kualitas & kontrol setara studio
Durasi Maksimal 30 detik (Gemini Beta) Hingga 8 menit Hingga 15 menit (via extend)
Modalitas Input Teks, Gambar, Audio Teks, Audio Upload Teks, Audio Referensi
Keamanan dan Fitur Unik Inaudible Watermark SynthID Metadata Kredensial - 12-Stem individual track splitting Metadata Kredensial - Advanced Inpainting & editing

Solusi Jenius Google untuk Masalah Hak Cipta: SynthID

Tidak bisa dimungkiri, industri musik global (seperti Sony dan Universal Music) sedang berperang melawan AI terkait pelanggaran hak cipta data pelatihan. Google merespons ancaman ini dengan sangat hati-hati melalui teknologi SynthID.

Setiap lagu yang diciptakan oleh Lyria 3 secara otomatis disematkan tanda air (watermark) digital langsung ke dalam bentuk gelombang audionya.

Tanda air ini tidak terdengar oleh telinga manusia, tetapi dapat dideteksi oleh software milik Google. Hebatnya, jejak ini tidak akan hilang meskipun audio tersebut dikompres menjadi MP3, diperlambat, atau direkam ulang menggunakan mikrofon (analog hole).

Baca Juga: Fakta! 7 Bukti Mengejutkan AI: Jauh Sebelum ChatGPT dan Gemini AI, Ternyata Sudah Ada Sejak Era Nokia

Ini adalah langkah etis yang brilian dari DeepMind untuk memastikan atribusi AI yang transparan dan mencegah penipuan deepfake vokal artis sungguhan.

Era Baru Bagi Kreator Konten

Google Lyria 3 mungkin belum bisa menggantikan musisi jenius pemenang Grammy, dan Suno masih memegang mahkota untuk kontrol artistik tingkat lanjut. Namun, langkah Google membawa pembuatan musik AI dari ranah niche (khusus) menjadi sesuatu yang bisa diakses oleh miliaran orang hanya dengan satu ketukan di layar HP.

Bagi kreator konten video pendek, marketer, atau sekadar orang awam yang ingin membuat lagu selamat ulang tahun untuk temannya, integrasi Lyria 3 di dalam Gemini adalah sebuah "game changer".

Baca Juga: Google Akhirnya Tetapkan Batasan Penggunaan Gemini AI Versi Pro, Begini Detailnya dan Manfaatkan dengan Bijak

Sudahkah Anda mencoba membuat lagu pertama Anda di Google Gemini AI hari ini? Cobalah ketik prompt sederhana, misalnya: "Buatkan saya lagu Lo-Fi santai tentang minum kopi di sore hari," dan rasakan sendiri keajaibannya! (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#kreativitas #Udio #Google Lyria #Gambar #musik #jenius #hak cipta #Lagu #watermark #solusi #Gemini AI #Prompt #Google DeepMind #teks #Suno