Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Orang yang Suka Makan Pedas Ternyata Memiliki 3 Ciri Kepribadian Menarik Ini Menurut Psikologi

Bhagas Dani Purwoko • Kamis, 15 Januari 2026 | 16:33 WIB
Kudapan pedas asal Sunda bernama Seblak.
Kudapan pedas asal Sunda bernama Seblak.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Bagi lidah orang Indonesia, ungkapan "Makan kalau nggak pedas, rasanya kurang nendang" mungkin sudah menjadi mantra sehari-hari.

Sementara sebagian orang menghindari cabai karena takut sakit perut, ada kelompok orang yang justru merasa hidupnya hambar tanpa sensasi mulut terbakar akibat sambal.

Sama halnya dengan orang yang suka menumpuk barang yang berkaitan dengan rasa aman, preferensi rasa, khususnya rasa pedas, ternyata bukan sekadar urusan lidah.

Dalam dunia psikologi, kecintaan terhadap makanan pedas (yang sebenarnya adalah sensasi nyeri, bukan rasa) memiliki korelasi kuat dengan tipe kepribadian tertentu. Mengapa ada orang yang rela "menyiksa" diri dengan kepedasan level dewa? Berikut jawabannya menurut sains.

Baca Juga: Orang yang Berhati Mulia Biasanya Memiliki Pola Kepribadian Tertentu, Menurut Psikologi

1. Si Pencari Sensasi (Sensation Seeker)

Jika Anda adalah orang yang selalu menuangkan saus sambal ekstra ke dalam bakso Anda, besar kemungkinan Anda adalah seorang Sensation Seeker.

Sebuah studi dari Pennsylvania State University yang dipimpin oleh peneliti Nadia Byrnes menemukan hubungan positif antara preferensi makanan pedas dengan kepribadian pencari sensasi.

2. Penganut "Benign Masochism" (Masokisme Ringan)

Istilah ini terdengar menyeramkan, namun dalam psikologi, ini adalah konsep yang sangat wajar. Profesor Paul Rozin dari University of Pennsylvania, seorang pakar psikologi makanan, menjelaskan bahwa pecinta pedas menikmati Benign Masochism.

Apa maksudnya?

Baca Juga: Orang yang Disegani Tidak Selalu Dominan, Psikologi Menyebut Ada Pola Perilaku Tertentu

3. Pribadi yang Terbuka dan Eksploratif

Orang yang menyukai makanan pedas jarang menjadi orang yang kaku atau picky eater. Rasa pedas sering dikaitkan dengan sifat kepribadian Openness to Experience (Keterbukaan terhadap Pengalaman).

Ciri-cirinya meliputi:

Fakta Unik: Bukan Karena Lidah Kebal

Banyak yang mengira pecinta pedas memiliki lidah yang "mati rasa". Faktanya, studi menunjukkan bahwa pecinta pedas merasakan sensasi terbakar yang sama kuatnya dengan orang yang tidak suka pedas. Bedanya, pecinta pedas memilih untuk menyukai sensasi terbakar tersebut, bukan karena mereka tidak merasakannya. Ini menunjukkan mentalitas yang tangguh.

Kesimpulan

Jadi, jika teman Anda mengajak makan di warung penyetan dengan sambal level mematikan, jangan buru-buru menganggap mereka aneh. Secara psikologis, mereka adalah orang-orang yang pemberani, suka tantangan, dan tahu cara menikmati hidup, meskipun dengan cara yang membuat berkeringat.

Apakah Anda termasuk tim makan pedas atau tim makan manis? (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#Suka Makan Pedas #manis #jiwa petualang #psikologi #karakter #kepribadian #lidah #sensasi #masokisme ringan