RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sampah menjadi persoalan serius jika tidak dikelola dengan baik. Untuk itu, dibutuhkan langkah konkret di tingkat bawah.
Hal itu membuat pihak Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora memutar otak dengan menggagas program kotak donasi sampah dan budidaya magot, guna mengurai persoalan sampah wilayah perkotaan.
Lurah Mlangsen, Evi Kartikasari menjelaskan, program yang berjalan enam bulan itu yakni dengan menaruh kotak- kotak yang digunakan menampung sampah plastik, terutama di lingkungan RT dan titik berpotensi banyak sampah.
"Warga kami edukasi melakukan pemilihan sampah plastik. Dipisahkan," ujarnya.
Tak hanya berdampak secara lingkungan, tetapi hal itu juga menghasilkan pundi-pundi yang menguntungkan. Misalnya di lingkungan RT 1/ RW 1. Warga bisa memanen dalam 14 hari, dengan mendapatkan uang Rp 70 ribu hingga maksimal Rp 100 ribu, yang masuk kas dan digunakan kegiatan lingkupan RT.
Sedangkan, penguraian sampah rumah tangga dengan budidaya magot, yakni sampah rumah tangga seperti nasi basi, buah busuk, dan sayur diberikan pada magot.
Magot memiliki nilai ekonomis. dalam 14 hari sudah bisa dipanen. Awalnya 1 kilogram (kg), tapi setelah dipelihara sekitar 2 minggu bisa jadi kg.
"Per kg jualnya Rp 7 ribu. Yang beli peternak lele. Ini untuk melayani satu peternak lele saja kami kewalahan," katanya. "Tujuan semua itu ya pengelolaan sampah dan tata lingkungan,'' sambungnya. (ozi/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana