RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Perut buncit kerap menjadi keluhan banyak orang, baik pria maupun perempuan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu penampilan, tetapi juga berisiko bagi kesehatan jika dibiarkan.
Pakar gizi menegaskan, lemak di area perut berkaitan erat dengan berbagai penyakit kronis, mulai dari diabetes hingga penyakit jantung.
Ahli diet Alissa Palladino, MS, RDN, LD, CPT, menjelaskan bahwa lemak penyebab perut buncit dikenal sebagai lemak visceral, yakni lemak yang mengelilingi organ-organ vital di rongga perut.
Meski jumlahnya hanya sekitar 10 persen dari total lemak tubuh, kadar lemak visceral yang tinggi berhubungan langsung dengan sindrom metabolik dan gangguan kesehatan serius.
“Jenis lemak ini dikaitkan dengan kondisi kronis seperti diabetes dan penyakit jantung,” kata Palladino, dikutip dari Healthline.
Diet 4 Minggu yang Diklaim Efektif Pangkas Lingkar Pinggang
Berbagai metode diet cepat bermunculan dengan klaim mampu mengecilkan perut dalam waktu singkat. Salah satu pendekatan yang cukup mendapat perhatian berasal dari eksperimen yang dilakukan dokter dan jurnalis asal Inggris, Dr. Saleyha Ahsan, bersama tim program Trust Me, I’m a Doctor.
Dalam eksperimen yang dikutip dari BBC tersebut, para relawan diminta menghitung kebutuhan kalori harian menggunakan kalkulator khusus. Perhitungan ini mempertimbangkan tinggi badan, berat badan, usia, jenis kelamin, serta rutinitas olahraga, dan hanya diperuntukkan bagi individu berusia 18 tahun ke atas.
Dari hasil perhitungan, relawan diminta mengurangi asupan sekitar 500 kalori per hari dari kebutuhan normal. Strategi inilah yang menjadi kunci utama dalam memangkas lemak perut secara bertahap.
Seberapa Cepat Hasilnya Terlihat?
Hasil eksperimen menunjukkan, setiap penurunan berat badan sekitar 1,81 kilogram berkorelasi dengan penyusutan lingkar pinggang rata-rata 2,5 sentimeter. Artinya, bila seseorang mampu menurunkan sekitar 0,45 kilogram per minggu, maka dalam empat minggu lingkar pinggang berpotensi menyusut hingga 2,5 sentimeter.
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa respons tubuh setiap orang berbeda. Faktor metabolisme, pola aktivitas, hingga konsistensi menjalani diet sangat memengaruhi hasil akhir.
Baca Juga: 7 Pilihan Olahraga untuk Diet agar Badan Cepat Ramping
Pola Makan yang Dianjurkan Selama Diet
Diet ini tidak menuntut perubahan menu ekstrem. Relawan tetap diperbolehkan mengonsumsi makanan sehari-hari, dengan catatan porsi dikontrol dan jenis makanan tertentu dibatasi. Porsi makanan diukur menggunakan ukuran tangan untuk memudahkan penerapan.
Adapun komposisi makan harian yang dianjurkan meliputi tiga porsi karbohidrat seukuran kepalan tangan, dua porsi protein rendah lemak seukuran telapak tangan, dua genggam sayuran atau salad, dua porsi buah, serta dua porsi lemak atau minyak seukuran ujung ibu jari.
Sebagai pelengkap, konsumsi susu sekitar 200 mililiter atau dua mangkuk kecil yogurt tawar juga diperbolehkan. Sementara itu, makanan tinggi gula dan lemak dianjurkan untuk dibatasi.
Tidak Instan, Tapi Lebih Aman
Para pakar menegaskan bahwa diet ini bukan solusi instan, melainkan pendekatan realistis untuk menurunkan lingkar pinggang secara lebih aman. Meski hasilnya menjanjikan, kecepatan penyusutan perut buncit tetap bergantung pada kondisi masing-masing individu.
Dengan pengaturan kalori yang tepat, pemilihan makanan seimbang, dan gaya hidup lebih aktif, perut buncit bukan hal yang mustahil untuk dikendalikan—bahkan dalam waktu empat minggu. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari