RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Jagad maya dunia sempat geger kembali pada Jumat sore (5/12) akibat galat massal yang menimpa berbagai aplikasi. Beruntung, galat tersebut hanya berlangsung singkat.
Tercatat layanan jaringan Cloudflare kembali mengalami gangguan pada Jumat sore, menyebabkan berbagai layanan dan aplikasi tidak dapat digunakan. Beruntung, gangguan hanya terjadi sekitar 1-2 jam saja.
Namun kejadian tersebut sempat membuat pengguna internet dunia panik. Sebab, sebelumnya Cloudflare mengalami gangguan serupa sepanjang Selasa malam hingga Rabu pagi bulan lalu (18-19/11).
Pada momen tersebut, diketahui Cloudflare mengalami gangguan akibat kesalahan yang dilakukan saat pemeliharaan sistem otomatis. “Masalah ini tidak disebabkan oleh serangan siber, melainkan akibat perubahan pada penanda perizinan dalam basis kami yang menyebabkan masuknya banyak data baru ke dalam file yang digunakan oleh sistem manajemen kami. Akibatnya, file tersebut mengalami pembengkakan ukuran yang tidak dapat diantisipasi oleh sistem manajemen tersebut, sehingga sistem mengalami kerusakan,” bunyi pernyataan resmi Cloudflare pada akhir November.
Pada kejadian kali ini, pihak Cloudflare tidak menyebut langsung mengapa gangguan kali ini terjadi. Namun mereka langsung bergerak cepat menambal masalah yang ada. “Kami sudah menjalankan perbaikan untuk sistem API kami,” jelas Cloudflare dalam pemberitahuan mereka.
Menurut pengamatan dari situs Cloudflare Status, saat ini layanan Cloudflare mengaplikasikan solusi tersebut dengan cara mengalihkan jaringan di beberapa wilayah. Beberapa negara seperti Indonesia, Vietnam dan Filipina hanya mengalami pengalihan sebagian, namun negara-negara lain seperti Brunei Darussalam dan Bangladesh saat ini mengalami pengalihan jaringan secara utuh.
Hal tersebut selaras dengan laporan jaringan dari situs Downdetector. Meskipun layanan internet Cloudflare sudah dapat dipakai kembali per Jumat maghrib, masih ada beberapa laporan gangguan dari Indonesia yang tercatat oleh sistem tersebut. Namun gangguan hanya memengaruhi kurang dari 50 pengguna terdampak. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana