RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Peningkatan curah hujan ekstrem membuat banyak wilayah di Indonesia kembali menghadapi risiko banjir dan tanah longsor.
Di tengah situasi itu, para peneliti mengingatkan bahwa vegetasi dengan akar dalam adalah salah satu penopang alami paling efektif untuk menahan laju erosi.
Dari lereng pegunungan Jawa hingga lahan kering di Nusa Tenggara, sejumlah pohon terbukti memiliki sistem akar yang kuat, dalam, dan mampu meningkatkan stabilitas tanah.
Berikut 10 jenis pohon berakar dalam yang paling layak ditanam di iklim tropis, berdasarkan riset ilmiah dan pengalaman konservasi di lapangan.
1. Jati (Tectona grandis) – Akar Tunggang Hingga 5 Meter Lebih
Jati dikenal sebagai salah satu pohon dengan akar tunggang paling kuat di kawasan tropis. Penelitian di Sukajaya, Jawa Barat, menunjukkan bahwa akar jati berkontribusi pada root cohesion tanah hingga 0,398 kPa, cukup untuk meningkatkan faktor keamanan lereng.
Zona akar efektifnya tercatat bisa menembus lima meter, membuat jati menjadi salah satu spesies paling stabil di lahan kering maupun lereng berbatu.
2. Pinus Merkusii – Penjaga Pegunungan yang Efektif Menahan Gerakan Tanah
Pinus merkusii telah lama digunakan dalam reboisasi kawasan rawan longsor. Studi di Sukabumi mencatat bahwa akar pinus memiliki kohesi tanah–akar tinggi, bahkan melampaui beberapa spesies lokal.
Dalam pemodelan lereng dengan metode finite element, pinus terbukti secara signifikan meningkatkan faktor keselamatan tanah pada kondisi jenuh air.
3. Trembesi (Samanea saman) – Akar Lateral Sangat Lebar dan Dalam
Trembesi tidak hanya memiliki akar tunggang, tetapi juga akar lateral besar yang menyebar jauh dari batang. Studi pemindaian akar menunjukkan trembesi membentuk jaringan akar multidireksional yang kuat.
Di tanah rusak seperti bekas tambang, trembesi tetap mampu tumbuh cepat dan menyerap air dalam volume besar, menjadikannya pohon ideal untuk memperbaiki tanah dan menahan erosi.
4. Mahoni (Swietenia macrophylla) – Pengikat Tanah Vertikal yang Kuat
Mahoni memiliki akar tunggang lurus dan dalam yang sangat stabil di tanah lembab tropis.
Penelitian mencatat bahwa struktur akarnya membuka pori tanah sehingga memperbesar infiltrasi air hujan dan mengurangi limpasan permukaan.
Tak heran, mahoni sering ditanam di tebing-tebing jalan raya dan kawasan rawan longsor.
5. Akasia (Acacia spp.) – Tahan Kekeringan, Akar Sangat Dalam
Akasia dikenal adaptif di lahan kritis. Sistem perakarannya dapat menembus tanah kering hingga kedalaman belasan meter untuk mencari sumber air.
Keunggulan ini menjadikan akasia ideal untuk mengatasi erosi di daerah kering, perbukitan tandus, maupun kawasan dengan tanah miskin unsur hara.
6. Sengon (Falcataria moluccana) – Pohon Cepat Tumbuh dengan Akar Dalam
Sengon sering dipilih dalam reboisasi karena pertumbuhannya cepat, tetapi banyak yang tidak tahu bahwa ia juga memiliki akar tunggang dalam yang kuat.
Sengon efektif untuk menahan laju erosi tanah berpasir dan membantu memulihkan struktur tanah pada lahan-lahan bekas tebangan.
7. Gmelina (Gmelina arborea) – Unggul di Lahan Kering Tropis
Gmelina adalah spesies tropis yang adaptif di tanah kering dan berbatu.
Akar tunggangnya dalam dan agresif, sehingga mampu meningkatkan stabilitas tanah serta memperbaiki infiltrasi air.
Di Indonesia timur, gmelina menjadi salah satu jenis favorit untuk penghijauan lahan kritis.
8. Sonokeling (Dalbergia latifolia) – Kayu Keras dengan Struktur Akar Sangat Stabil
Sonokeling dikenal sebagai kayu keras berkualitas premium, tetapi sistem akarnya juga menarik.
Akar tunggangnya besar dan menembus dalam, sementara akar lateralnya mengikat tanah secara horizontal.
Kombinasi ini menjadikan sonokeling efektif untuk mencegah longsor di lereng berlerak tinggi.
9. Kenari (Canarium indicum) – Penahan Lereng Alami di Kawasan Humid Tropis
Kenari adalah pohon hutan tropis yang memiliki akar tunggang besar dan stabil.
Ia tumbuh baik di tanah lembap dan curam, menjadikannya pilihan ideal untuk penguatan lereng di kawasan beriklim basah.
Selain itu, area perakaran kenari memiliki kapasitas penyerapan air yang cukup besar.
10. Aren (Arenga pinnata) – Akar Serabut Dalam, Seperti Jaring Pengikat Tanah
Aren sering tumbuh di lereng-lereng curam secara alami. Akar serabutnya membentuk jaringan rapat yang menembus tanah cukup dalam.
Karakter ini membuat aren bekerja mirip “vetiver skala pohon”—memperkuat lapisan tanah, meningkatkan infiltrasi, dan menahan erosi permukaan.
Di banyak wilayah, aren juga digunakan untuk mencegah longsor kecil di tebing sungai.
Mengapa Sepuluh Jenis Ini Paling Efektif?
Semua pohon di atas dipilih berdasarkan tiga aspek utama:
1. Kedalaman akar (root depth)
Memungkinkan akar berperan menahan gerakan massa tanah secara vertikal.
2. Daya serap dan distribusi air tanah
Mengurangi limpasan permukaan yang sering memicu banjir bandang.
3. Kemampuan memperbaiki struktur tanah
Baik melalui akar halus (fine roots) maupun pori-pori infiltrasi.
Hasil akhirnya: kombinasi pohon-pohon ini bukan hanya menghijaukan lereng, tetapi menguatkannya. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari