RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Menjelang libur panjang akhir tahun 2025, banyak orang mulai merencanakan perjalanan secara mendadak untuk berlibur.
Tingginya minat berlibur di akhir tahun membuat permintaan naik, dan harga tiket, hotel, serta aktivitas wisata biasanya ikut terkerek. Karena itu, mengatur anggaran liburan last-minute menjadi tantangan tersendiri.
Meski waktu persiapan sudah sempit, Anda tetap bisa menikmati liburan tanpa menguras dompet. Kuncinya adalah strategi yang cepat, realistis, dan fokus pada efisiensi biaya.
1. Menentukan Anggaran yang Realistis di Waktu Mepet
Dalam kondisi mendekati hari-H, menetapkan batas anggaran adalah langkah paling krusial. Hindari mengambil dana darurat atau memaksakan destinasi yang tidak sesuai kondisi finansial.
Strategi yang disarankan:
-
Tentukan batas anggaran total berdasarkan kemampuan finansial saat ini.
-
Prioritaskan tujuan liburan yang paling masuk akal secara biaya, bukan hanya secara tren.
-
Tetapkan porsi khusus untuk transportasi dan akomodasi, karena dua pos ini yang paling cepat naik saat liburan mendekat.
Aplikasi pencatat pengeluaran tetap diperlukan agar anggaran tidak melebar tanpa disadari.
2. Pembagian Pos Pengeluaran yang Efektif untuk Liburan Last-Minute
Meski waktu singkat, pembagian anggaran tetap perlu diterapkan:
| Pos Anggaran | Persentase Ideal | Catatan |
|---|---|---|
| Transportasi | 35%–45% | Karena last-minute, harga cenderung lebih tinggi. |
| Akomodasi | 25%–30% | Manfaatkan hotel budget atau guesthouse. |
| Makan & Minum | 10%–15% | Kombinasikan makan luar dan masak sederhana. |
| Aktivitas | ±10% | Pilih aktivitas gratis atau low-budget. |
| Belanja | 5%–10% | Waspada impulsif di momen akhir tahun. |
Skema ini disesuaikan dengan fakta bahwa transportasi dan akomodasi cenderung naik mendekati hari libur.
3. Tips Mendapatkan Tiket Murah Saat Liburan Tinggal 2 Minggu Lagi
Karena waktu ideal pembelian tiket sudah lewat, Anda memerlukan strategi yang cepat dan fleksibel.
a. Pilih tanggal keberangkatan di luar puncak
Harga tiket akan melonjak pada 22–25 Desember. Berangkatlah:
-
18–20 Desember, atau
-
26–28 Desember (setelah puncak keramaian)
Perbedaan harga bisa sangat signifikan.
b. Gunakan price alert dan pantau flash sale
Aplikasi seperti Traveloka, Tiket.com, dan maskapai sering mengadakan flash sale mendekati akhir tahun. Walau terbatas, potongannya lumayan.
c. Bandara alternatif menjadi kunci
Jika tujuan Anda Bali, Yogyakarta, atau Surabaya, coba bandingkan bandara terdekat lain. Misalnya:
-
Surabaya → bisa cek Malang
-
Jogja → bisa cek Solo
-
Bali → cek Lombok lalu lanjut kapal cepat
Strategi ini sering memberi selisih harga besar, terutama untuk pemesanan mepet.
d. Pertimbangkan penerbangan transit
Penerbangan transit 1–2 jam biasanya jauh lebih murah dibanding direct flight.
e. Jangan ragu memilih moda transportasi lain
Jika tiket pesawat terlalu mahal, alternatif seperti kereta api jarak jauh, bus eksekutif, atau travel resmi bisa menjadi pilihan yang jauh lebih hemat.
Baca Juga: 5 Tempat Wisata Terbaik yang Justru Seru Banget Dikunjungi saat Musim Hujan!
4. Akomodasi: Pintar Memilih Agar Tidak Terdampak Lonjakan Harga
Saat liburan mendekat, hotel di pusat kota atau dekat pantai biasanya sudah penuh atau harganya naik drastis. Pilih akomodasi alternatif:
-
Guesthouse atau homestay lokal
-
Hotel budget yang sedikit menjauh dari pusat keramaian
-
Airbnb yang menawarkan dapur (lebih hemat untuk makanan)
-
Hostel modern untuk grup kecil
Cek juga paket bundling hotel + tiket karena sering lebih murah daripada memesan secara terpisah.
5. Taktik Hemat Selama Liburan Last-Minute
Dengan waktu mepet, efisiensi adalah kunci.
-
Gunakan transportasi umum ketimbang taksi online yang tarifnya naik di musim liburan.
-
Cari aktivitas gratis seperti pantai, taman kota, atau festival musiman.
-
Masak sederhana untuk sarapan atau makan malam jika memungkinkan.
-
Gunakan poin reward hotel atau maskapai yang mungkin sudah lama Anda simpan.
6. Menghindari Overspending Meski Harga Sudah Tinggi
Karena harga last-minute cenderung mahal, risiko overspending sangat besar.
Ini cara mengendalikannya:
-
Sediakan buffer 5–10% dari anggaran untuk biaya tak terduga.
-
Gunakan uang tunai untuk belanja kecil agar lebih terkontrol.
-
Tetapkan batas harian untuk makan, transportasi, dan aktivitas.
-
Hindari belanja impulsif di pusat perbelanjaan akhir tahun.
Liburan Nyaman Tetap Mungkin Meski Mendadak
Liburan dua minggu lagi bukan alasan untuk membiarkan anggaran jebol. Dengan strategi yang disesuaikan kondisi last-minute, pemilihan transportasi yang cerdas, akomodasi alternatif, dan disiplin dalam mengatur anggaran, Anda tetap bisa menikmati liburan tanpa tekanan finansial setelahnya.
Artikel ini memberikan panduan lengkap dan relevan bagi pembaca usia 25–35 tahun yang kini sedang bersiap menghadapi liburan akhir tahun dengan anggaran terbatas. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari