Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

7 Barang di Kamar yang Diam-Diam Memengaruhi Kualitas Tidurmu

Bhagas Dani Purwoko • Jumat, 28 November 2025 | 01:40 WIB

Kamar Deluxe favehotel Pamanukan.
Kamar Deluxe favehotel Pamanukan.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tidur berkualitas bukan hanya dipengaruhi aktivitas harian, stres, atau pola makan. Barang-barang yang ada di kamar tidur juga punya dampak besar.

Banyak di antaranya terlihat wajar dan tidak mencurigakan, tetapi diam-diam membuat tubuh sulit rileks, pikiran sulit istirahat, dan tidur jadi tidak sedalam yang seharusnya.

Inilah tujuh barang di kamarmu yang secara diam-diam memengaruhi kualitas tidur.

1. Ponsel yang Selalu Ada di Samping Bantalmu

Kebiasaan meletakkan ponsel di dekat kepala bukan hanya membuatmu terus tergoda untuk scrolling, tetapi juga memaparkanmu pada cahaya biru yang menekan hormon melatonin hormon yang bertugas membuat tubuh mengantuk.

Selain itu, notifikasi yang muncul bisa memecah konsentrasi tidur, membuat otak tetap “siaga” dan tidak benar-benar beristirahat.

Dampaknya:

Tips: aktifkan mode Do Not Disturb, letakkan ponsel jauh dari jangkauan, atau gunakan jam analog sebagai pengganti alarm.

2. Lampu Kamar yang Terlalu Terang atau Salah Warna

Lampu putih terang memang bagus untuk bekerja, tetapi buruk untuk tidur. Cahaya yang terlalu kuat membuat otak berpikir masih siang dan menunda rasa kantuk. Warna lampu yang salah, seperti putih kebiruan, juga dapat membuat pikiran tetap aktif.

Dampaknya:

Tips: Gunakan lampu warm white atau lampu tidur redup, sehingga suasana kamar lebih tenang dan nyaman.

3. Sprei atau Selimut yang Tidak Nyaman

Tekstur kain, ukuran selimut, hingga jenis bahan bisa menentukan apakah tubuhmu merasa rileks atau justru gelisah. Sprei yang licin, gatal, atau terlalu panas dapat membuatmu bolak-balik sepanjang malam.

Dampaknya:

Tips: Pilih bahan breathable seperti katun atau linen. Ganti sprei secara rutin agar tetap bersih dan nyaman.

4. Jam Dinding yang Berdetak Keras

Mungkin terdengar kecil, tetapi suara detik jam yang terus-menerus bisa mengganggu orang yang sensitif terhadap suara. Otak akan fokus pada ritme tersebut tanpa kamu sadari. Jam digital yang terlalu terang juga bisa mengganggu kenyamanan visual.

Dampaknya:

Tips: Gunakan jam dengan detak halus (silent sweep), atau letakkan jam di luar kamar.

5. Kipas atau AC yang Terlalu Bising 

Suara mesin yang kasar atau angin terlalu kuat membuat tubuh sulit mencapai fase tidur dalam. Kebisingan konstan dapat meningkatkan denyut jantung dan membuat tubuh tetap waspada.

Dampaknya:

Tips: Gunakan mode silent, atur suhu lebih lembut, dan pastikan perangkat dirawat agar tidak berisik.

6. Barang-Barang Berserakan di Kamar

Kamar berantakan sering terlihat sepele, tetapi kondisi visual yang kacau bisa memberikan sinyal stres pada otak. Tubuh jadi sulit rileks ketika lingkungan terasa penuh dan tidak tertata.

Dampaknya:

Tips: Rapikan barang setiap sore atau buat organizer kecil agar kamar terasa lebih lapang dan ringan secara mental.

7. Aroma yang Tidak Menyenangkan di Ruangan

Aroma lembap, tertutup, atau bau kasur yang jarang dijemur dapat memengaruhi kenyamanan tidur. Indra penciuman berpengaruh besar pada relaksasi tubuh, dan aroma yang tidak enak dapat membuatmu sulit rileks.

Dampaknya:

Tips: Gunakan aromaterapi lembut seperti lavender, eucalyptus, atau chamomile. Atau cukup buka jendela beberapa menit untuk sirkulasi udara. (lul)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#cahaya #tidur nyenyak #overthinking #Barang #ponsel #kualitas tidur