RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Setiap tanggal 12 November, Indonesia memiliki dua perayaan penting yang secara tak langsung saling berhubungan: Hari Ayah Nasional (HAN) dan Hari Kesehatan Nasional (HKN).
Kombinasi peringatan ini menghadirkan sebuah refleksi mendalam: merayakan peran ayah sebagai pilar keluarga sekaligus menyoroti pentingnya menjaga kesehatan figur ayah itu sendiri. Sebab, kesehatan ayah adalah fondasi bagi kesejahteraan emosional dan fisik seluruh anggota keluarga.
Jurang Angka Harapan Hidup: Tugas Besar di Hari Kesehatan Nasional
Peringatan HKN pada 12 November menjadi momentum untuk menyoroti kesenjangan kesehatan di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan jenis kelamin. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan perbedaan signifikan dalam Angka Harapan Hidup (AHH) antara laki-laki dan perempuan di Indonesia:
| Jenis Kelamin | Angka Harapan Hidup (AHH) BPS 2024 |
| Laki-laki | 70,32 tahun |
| Perempuan | 74,21 tahun |
Perbedaan hampir empat tahun ini memberikan tantangan serius bagi para ayah.
-
Beban Ganda: Laki-laki, yang seringkali memikul peran sebagai pencari nafkah utama, cenderung lebih rentan terhadap stres pekerjaan, kurangnya waktu untuk berolahraga, dan memiliki kecenderungan untuk mengabaikan gejala penyakit .
-
Prioritas Kesehatan: Kesenjangan AHH ini mengingatkan bahwa fokus HKN tidak hanya harus pada kesehatan publik secara umum, tetapi juga secara spesifik pada upaya pencegahan dan promosi kesehatan bagi kelompok laki-laki dewasa.
Di Hari Ayah Nasional ini, bentuk apresiasi terbaik yang bisa diberikan adalah mendorong ayah untuk lebih memprioritaskan kesehatan dirinya.
Ayah: Pilar Kesehatan Mental dan Emosional Keluarga
Korelasi antara HAN dan HKN semakin kuat jika dilihat dari perspektif kesehatan mental. Peran ayah tidak hanya sebatas menyediakan materi, tetapi juga sebagai jangkar emosional dan pembentuk karakter anak.
-
Pengaruh pada Anak: Ayah yang hadir secara emosional dan aktif dalam pengasuhan dapat meningkatkan rasa percaya diri anak, mengurangi risiko gangguan mental, serta mengajarkan anak cara mengelola stres dengan lebih baik.
-
Contoh Perilaku Sehat: Ayah yang menjaga kesehatan fisiknya, mengelola stres dengan baik, dan bersedia mencari bantuan profesional ketika sakit, akan menjadi teladan nyata bagi anak-anak tentang pentingnya self-care dan gaya hidup sehat.
Dengan kata lain, ayah yang sehat (fisik dan mental) sama dengan keluarga yang sejahtera.
Tindakan Nyata di Hari Ayah: Jaga Pahlawan Anda
Hari Ayah Nasional 12 November harus dijadikan katalis untuk perubahan. Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menghubungkan kedua peringatan penting ini:
-
Ajak Check-Up Rutin: Hadiah terbaik bukanlah barang mewah, melainkan janji temu dokter untuk pemeriksaan kesehatan dasar.
-
Berbagi Peran: Libatkan ayah dalam kegiatan pengasuhan non-material (bermain, bercerita, memasak). Keterlibatan ini terbukti mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kesehatan mental ayah.
-
Dorong Me Time Sehat: Sediakan waktu bagi ayah untuk menikmati hobinya, berolahraga, atau bersosialisasi di luar rumah untuk menjaga keseimbangan mentalnya.
Dengan menyelaraskan semangat Hari Ayah Nasional dan Hari Kesehatan Nasional, kita tidak hanya merayakan pengorbanan masa lalu, tetapi juga menginvestasikan kesehatan untuk masa depan seluruh keluarga. (bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko