RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Menikah di tanggal cantik memang terlihat romantis dan estetik, tapi ternyata bisa menyimpan risiko dalam hubungan. Ini 5 alasannya menurut riset dan psikolog.
1. Terlalu Fokus pada Simbol, Lupa pada Makna
Banyak pasangan memilih tanggal cantik karena ingin momen yang terlihat “sempurna”. Tapi, terlalu fokus pada angka justru bisa membuat makna pernikahan bergeser.
Hubungan jadi lebih soal penampilan luar, undangan, foto, tanggal viral, ketimbang kesiapan emosional dua orang yang menjalaninya. Padahal, pernikahan bukan tentang angka indah, tapi tentang dua hati yang siap bertumbuh.
2. Tekanan Finansial Bisa Memicu Masalah Awal
Tanggal cantik biasanya ramai peminat. Akibatnya, harga venue, jasa foto, hingga dekorasi bisa melonjak.
Banyak pasangan akhirnya memaksakan budget demi “momen sempurna”, dan ini bisa menimbulkan stres bahkan sebelum pernikahan dimulai.
Tekanan finansial di awal justru sering menjadi sumber pertengkaran di tahun-tahun pertama pernikahan.
3. Riset: Risiko Cerai Lebih Tinggi
Sebuah studi di Belanda menemukan bahwa pasangan yang menikah di tanggal cantik punya kemungkinan 18% hingga 36% lebih tinggi untuk bercerai dibanding mereka yang menikah di tanggal biasa.
Peneliti berasumsi, pasangan yang memilih tanggal simbolis sering kali lebih spontan atau romantis, tapi kurang realistis dalam melihat dinamika jangka panjang hubungan.
4. Ekspektasi “Pernikahan Sempurna” Bikin Stres
Tanggal cantik sering dikaitkan dengan momen yang “harus berhasil”. Banyak pasangan menekan diri agar hari itu berjalan tanpa cela, dari dekorasi, tamu, hingga foto yang estetik.
Tapi ketika realita tak seindah ekspektasi, kekecewaan bisa membekas dan memengaruhi cara mereka memaknai hubungan setelahnya.
5. Tanggal Bukan Penentu, Kesiapanlah yang Utama
Tak masalah menikah di tanggal cantik, asalkan alasan utamanya bukan karena tren atau simbol keberuntungan.
Yang jauh lebih penting adalah kesiapan mental, komunikasi, dan niat untuk saling mendukung setelah hari pernikahan usai. Karena, cinta yang langgeng tidak butuh tanggal istimewa, cukup dua hati yang sama-sama berkomitmen.
Tanggal cantik memang menggoda dan estetik, tapi jangan sampai jadi jebakan romantis yang menutupi realitas.
Lebih baik menikah di tanggal “biasa” tapi dengan cinta yang matang, daripada di tanggal “cantik” tapi dengan kesiapan yang rapuh. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko