RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Fenomena motor brebet (tersendat-sendat) pada motor saat digas adalah masalah umum yang sangat mengganggu, bahkan berpotensi menyebabkan kerusakan mesin lebih parah jika dibiarkan.
Masalah ini terjadi karena proses pembakaran di ruang mesin tidak sempurna, seringkali disebabkan oleh ketidakseimbangan campuran udara dan bahan bakar, atau gangguan pada sistem pengapian.
Mengingat selama sepekan ini di wilayah Jawa Timur banyak keluhan motor brebet usai mengisi BBM Pertalite. Bengkel pun penuh dengan keluhan serupa, diduga Pertalite campur air.
Berikut adalah tips-tips perawatan rutin yang wajib Anda lakukan untuk tujuan menjaga performa motor tetap halus, bertenaga, dan mencegah terjadinya masalah brebet:
Fokus pada Sistem Bahan Bakar
1. Gunakan Bahan Bakar Sesuai Rekomendasi Oktan (RON)
Menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan (RON) yang lebih rendah dari standar pabrikan adalah penyebab umum motor brebet.
Guna memastikan pembakaran sempurna dan menghindari knocking (ngelitik) pada mesin. Selalu isi bahan bakar sesuai anjuran pabrikan (umumnya RON 92 atau lebih tinggi untuk motor modern/injeksi). Hindari penggunaan bahan bakar berkualitas rendah atau yang dicurigai tercampur air/kotoran.
2. Jaga Kebersihan Sistem Injeksi (atau Karburator)
Penumpukan kotoran akan menghambat suplai bahan bakar yang ideal ke ruang bakar. Untuk memastikan pengabutan bahan bakar (oleh injector atau pilot jet dan main jet karburator) tetap lancar.
Lakukan pembersihan injector (decarbonizing atau menggunakan cairan injector cleaner) atau karburator secara berkala di bengkel. Pastikan tidak ada endapan kotoran di tangki bensin.
3. Cek dan Ganti Filter Bensin (Fuel Filter)
Komponen ini menyaring kotoran sebelum bahan bakar masuk ke sistem injeksi/karburator.
Agar mencegah kotoran menyumbat injector atau jet karburator. Juga periksa dan ganti filter bensin sesuai jadwal servis yang dianjurkan pabrikan (biasanya intervalnya lebih panjang, namun penting untuk diperhatikan).
Fokus pada Sistem Udara dan Pengapian
4. Rutin Bersihkan atau Ganti Filter Udara
Filter udara yang kotor akan menghambat aliran udara bersih ke mesin, membuat campuran udara dan bahan bakar tidak seimbang (terlalu kaya bensin). Untuk memastikan asupan udara bersih dan optimal untuk pembakaran yang sempurna.
Bersihkan filter udara (tergantung jenisnya) setiap 2.000–5.000 km, dan ganti dengan yang baru sesuai interval anjuran (misalnya setiap 16.000 km).
5. Periksa dan Ganti Busi Secara Berkala
Busi yang kotor, berkerak, atau aus tidak dapat menghasilkan percikan api yang kuat.
Guna memastikan percikan api (pengapian) yang sempurna untuk memicu ledakan di ruang bakar.
Bersihkan busi dari kerak secara rutin. Jika elektroda busi sudah terlihat aus atau motor sudah menempuh jarak tertentu (misalnya 20.000-40.000 km), segera ganti busi baru.
6. Cek Sistem Pengapian Lain (Koil, Kabel Busi, CDI/ECU)
Masalah motor brebet bisa juga berasal dari komponen kelistrikan yang melemah.
Guna memastikan arus listrik ke busi stabil dan kuat. Minta teknisi bengkel memeriksa kondisi koil pengapian dan memastikan semua kabel (termasuk kabel busi) terhubung dengan baik dan tidak ada kerusakan.
Perawatan Mesin Umum dan Berkala
7. Lakukan Servis Rutin Sesuai Jadwal Pabrikan
Servis berkala adalah kunci utama pencegahan brebet. Guna Mengoptimalkan kinerja seluruh komponen motor dan mendeteksi masalah lebih awal.
Patuhi jadwal servis rutin. Dalam servis, teknisi akan melakukan penyetelan ulang klep (jika tipe motor membutuhkan), pemeriksaan oli, dan pengecekan komponen penting lainnya.
8. Ganti Oli Mesin Tepat Waktu
Oli yang kotor atau berkurang dapat meningkatkan gesekan internal dan panas berlebih (overheating).
Agar melindungi komponen mesin dan menjaga suhu ideal. Ganti oli mesin dan filter oli (jika ada) sesuai dengan jarak tempuh yang direkomendasikan pabrikan (misalnya setiap 2 bulan atau per 1.000-2.000 km).
9. Perhatikan Kondisi Aki (Accu)
Sistem kelistrikan, terutama pada motor injeksi, sangat bergantung pada kondisi aki yang baik. Guna menjaga pasokan arus listrik stabil untuk semua sensor dan sistem injeksi/pengapian.
Periksa kondisi aki secara berkala. Pastikan aki tidak soak atau longgar, karena tegangan listrik yang tidak stabil dapat memicu motor brebet. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko