RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pesta buku atau book party sedang menjadi fenomena baru di kalangan Gen Z Indonesia.
Berbeda dengan pesta pada umumnya yang riuh dengan musik dan tarian, book party justru menawarkan suasana tenang di mana para peserta berkumpul untuk membaca buku bersama-sama.
Konsep yang terdengar unik ini ternyata berhasil menarik perhatian banyak orang, terutama mereka yang merindukan momen berkualitas di tengah kesibukan dan hiruk pikuk kehidupan.
Book party adalah pertemuan sosial di mana orang-orang berkumpul untuk membaca bersama-sama.
Baca Juga: Meysa Afriska Dewi: Berteman dengan Buku
Acara ini bukan klub buku yang biasa membahas satu judul tertentu, melainkan acara di mana setiap orang membawa buku pilihannya sendiri, lalu duduk bersama dalam keheningan yang nyaman sembari menikmati bacaannya masing-masing.
Tren ini sudah mulai merambah kota-kota besar di Indonesia seperti Surabaya, Jakarta, dan Bandung.
Biasanya kegiatan seperti ini diadakan di kafe dengan suasana yang santai, kita bisa duduk di kafe cozy dengan secangkir kopi, dikelilingi orang-orang yang juga asyik dengan bukunya, sesekali berbagi senyum atau rekomendasi buku tanpa tekanan harus ngobrol terus-menerus.
Pesta buku juga tak jarang diadakan di taman kota atau ruang publik yang nyaman. Membaca di taman sembari dikelilingi sesama book lovers punya vibe tersendiri, lebih hidup daripada membaca sendirian di kamar, tapi tetap tenang tanpa gangguan.
Baca Juga: Journalist School Dorong Digitalisasi Sekolah dan Tingkatkan Literasi Siswa SMPN 1 Ngambon
Menariknya, book party punya fleksibilitas tinggi. Tidak ada aturan ketat tentang buku apa yang harus dibaca.
Mau bawa novel fantasi, buku self development, komik, apapun itu semua welcome. Tidak ada yang akan menghakimi pilihan kita.
Ini tentang menciptakan ruang aman bagi siapa saja yang ingin menikmati kesenangan membaca tanpa merasa kesepian.
Fenomena ini sebenarnya menjawab kebutuhan zaman. Di era digital yang serba cepat dan penuh distraksi, banyak orang merindukan momen tenang untuk fokus pada satu hal.
Book party menawarkan solusi agar kita tetap bisa bersosialisasi, tapi tidak harus terjebak dalam small talk yang menguras energi.
Bagi kaum introvert, book party adalah surga. Kita bisa keluar rumah, bertemu orang baru, tapi tidak dituntut untuk terus-menerus berbicara.
Sementara bagi mereka yang ekstrovert, ini kesempatan untuk mengenal teman baru dengan minat sama, lalu bisa mengobrol saat break atau setelah sesi membaca selesai.
Book party juga punya dampak positif lain yakni membuat membaca terasa lebih menyenangkan dan tidak seperti kewajiban.
Ketika kita melihat orang lain di sekitar juga asyik membaca, ada semacam motivasi positif yang muncul. Kita jadi lebih semangat menyelesaikan buku yang sudah lama menumpuk di rak.
Jadi, kalau akhir pekan nanti masih bingung mau ngapain, coba ikutan book party. Siapa tahu kita akan menemukan buku baru yang menarik, teman baru yang asik, atau sekadar momen tenang yang selama ini dibutuhkan. (jes/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko