RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Suriname, sebuah negara kecil di pesisir utara Amerika Selatan, mungkin tidak setenar tetangganya seperti Brasil atau Guyana.
Namun, di balik letak geografisnya yang tersembunyi, negara ini menyimpan kekayaan budaya dan kuliner yang sangat beragam.
Sejarahnya yang unik, terutama sebagai bekas koloni Belanda, telah menciptakan perpaduan populasi dari berbagai benua, meliputi Afrika, Asia, dan Eropa yang tercermin jelas dalam setiap masakannya.
Sejak abad ke-17, Suriname menjadi pusat perdagangan budak trans-Atlantik di bawah kekuasaan Belanda.
Setelah perbudakan dihapuskan pada abad ke-19, ribuan buruh kontrak dari India dan berbagai wilayah di Asia, termasuk Jawa dari Indonesia, didatangkan untuk bekerja di perkebunan.
Interaksi budaya inilah yang menjadi fondasi bagi masakan Suriname yang kaya, ditandai oleh penggunaan rempah-rempah dan herba segar, serta cita rasa yang kuat dan kompleks.
Tidak hanya hidangan utama, kuliner Suriname juga terkenal dengan beragam jajanan kaki lima, mulai dari daging panggang, camilan goreng, hingga jus buah segar.
Kehadiran masakan yang familiar bagi lidah Indonesia menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Berikut adalah 10 hidangan tradisional Suriname yang wajib Anda coba, yang sebagian besarnya memiliki kedekatan rasa dengan kuliner Asia Tenggara.
1. Pom (Kaseroel Ayam)
Sebagai hidangan nasional Suriname, Pom adalah kaseroel yang terbuat dari parutan umbi-umbian, ayam, dan rempah-rempah.
Nama "Pom" sendiri berasal dari kata pomtajer, sejenis umbi yang mirip kentang namun merupakan varian keladi (arrowleaf elephant ear root).
Umbi ini diparut dan menjadi lapisan utama di atas kaseroel. Meskipun dapat dibuat dengan berbagai jenis daging atau umbi lain seperti talas dan singkong, Pom menjadi sajian istimewa yang hanya disajikan pada acara-acara khusus seperti pesta ulang tahun dan perayaan lainnya.
2. Bami (Mi Goreng)
Bagi orang Indonesia, Bami tidak akan terasa asing. Hidangan mi goreng ini terbuat dari mi telur yang ditumis dengan sayuran, daging, atau udang.
Pengaruhnya jelas berasal dari Bami Goreng Indonesia, dengan bahan-bahan yang serupa.
Di Suriname, Bami sering menjadi pilihan sarapan yang praktis dan lezat, dibuat dari sisa-sisa daging dan sayuran dari makan malam sebelumnya.
3. Roti (Roti Pipih)
Roti adalah roti pipih yang terbuat dari tepung gandum. Hidangan ini disajikan dengan saus kari pedas dan sayuran.
Di Suriname, Roti biasanya dinikmati bersama berbagai kari daging, telur rebus, kentang, dan beragam saus cocolan rempah.
Meskipun umumnya dibuat dari tepung gandum, Roti juga dapat dibuat dari tepung beras atau singkong.
Adonannya digulirkan hingga pipih dan dimasak hingga renyah. Roti adalah hidangan yang juga populer di banyak negara lain, seperti India dan Malaysia.
4. Nasi (Nasi Goreng)
Hidangan ini jelas tak asing bagi kita. Nasi di Suriname pada dasarnya adalah nasi goreng, diadaptasi dari resep asli Indonesia.
Sajian ini dibuat dari nasi yang digoreng dengan udang, ayam, atau babi, lalu dibumbui dengan kecap dan rempah.
Sebagai hidangan yang praktis, nasi goreng Suriname sering menjadi cara favorit untuk menghabiskan sisa nasi dan lauk semalam. Biasanya, nasi disajikan dengan pisang goreng, kacang, atau acar mentimun.
5. Saoto Soep (Soto Ayam)
Saoto Soep adalah sup ayam tradisional yang juga diperkenalkan oleh migran Jawa. Mirip dengan soto di Indonesia, sup ini dibuat dari ayam, mi, dan sayuran.
Saoto Soep biasanya disajikan dengan taburan bawang goreng renyah di atasnya, menjadikannya hidangan yang pas untuk menghangatkan diri.
Di Suriname, hidangan ini terkadang dikenal sebagai Blauwgrond Soep, merujuk pada area dengan komunitas Jawa yang padat di mana semangkuk Saoto Soep hangat mudah ditemukan.
6. Loempia (Lumpia)
Sebagai camilan populer, Loempia adalah versi Suriname dari lumpia khas Indonesia. Namun, berbeda dengan lumpia Tiongkok yang umumnya berisi sayuran, loempia Suriname biasanya diisi dengan daging sapi atau ayam giling yang kaya bumbu, menjadikannya camilan gurih yang cocok sebagai hidangan pembuka.
7. Bakabana (Pisang Goreng)
Satu lagi hidangan dengan asal-usul Indonesia, Bakabana adalah camilan manis dan gurih yang terbuat dari pisang matang.
Pisang ini dicelupkan ke adonan dan digoreng hingga renyah. Uniknya, Bakabana disajikan dengan saus kacang pedas, perpaduan rasa yang menjadikannya jajanan kaki lima favorit di pasar dan gerobak penjual makanan di seluruh Suriname.
8. Moksi Meti
Moksi Meti adalah hidangan nasi campur dengan beragam daging seperti ayam, babi, dan sayuran. Nama hidangan ini berasal dari bahasa Sranan Tongo, bahasa kreol di Suriname, di mana moksi berarti "campuran" dan meti berarti "daging".
Hidangan ini mencerminkan perpaduan pengaruh Asia, Afrika, dan Eropa. Dagingnya sering kali dimarinasi dengan rum atau anggur sebelum dimasak perlahan, menghasilkan cita rasa yang kaya dan mendalam.
Perpaduan Eropa dan Afrika dalam Kuliner Suriname
Selain pengaruh Asia, masakan Suriname juga diperkaya oleh warisan Eropa dan Afrika, menciptakan hidangan unik yang tak kalah lezat.
9. Pastei (Pai Daging)
Pastei adalah pai daging khas Suriname dengan kulit yang renyah dan isian ayam atau daging sapi serta sayuran.
Hidangan ini sering disajikan pada perayaan dan acara-acara khusus. Sekilas, Pastei memiliki kemiripan dengan pai ala Inggris atau Australia, menunjukkan pengaruh kolonial dalam masakan Suriname.
10. Heri Heri
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, Heri Heri adalah hidangan sarat makna historis. Makanan ini terbuat dari ikan asin, singkong rebus, ubi jalar, dan pisang, lalu disajikan dengan saus kacang pedas.
Heri Heri merupakan hidangan yang bergizi dan populer, biasanya dinikmati bersama telur rebus, sayuran hijau, dan acar. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko