Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dualisme Identitas Wingko Babat: Lahir di Lamongan, Besar dan Terkenal di Semarang

Bhagas Dani Purwoko • Kamis, 11 September 2025 | 02:27 WIB

Ilustrasi Wingko Babat.
Ilustrasi Wingko Babat.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Siapa yang tidak kenal Wingko Babat? Jajanan manis dengan tekstur kenyal dan rasa kelapa yang khas ini sering menjadi oleh-oleh favorit wisatawan.

Namun, tahukah kamu bahwa ada perdebatan menarik soal asal usul Wingko Babat yang sebenarnya? Ada dualisme identitas Wingko Babat.

Banyak orang mengira Wingko Babat berasal dari Semarang. Karena popularitasnya yang tinggi di Kota Semarang.

Hampir setiap toko oleh-oleh di Semarang pasti menjual Wingko Babat sebagai produk andalannya. Namun, faktanya tidaklah demikian.

Dilansir dari jurnal Intangible Conservation: Keberadaan Wingko Babat Kuliner Khas Semarang Tahun 1946-2019, Wingko Babat sebenarnya kali pertama diciptakan pada tahun 1898 oleh Loe Soe Siang dan istrinya Djoa Kiet Nio, sepasang perantau dari Tiongkok yang menetap di Babat, Lamongan.

Babat merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, yang menjadi titik persimpangan Kabupaten Bojonegoro dan Jombang.

Resep wingko tersebut merupakan warisan turun temurun yang memadukan pengaruh budaya Tionghoa dengan cita rasa lokal.

Baca Juga: Berdiri Sejak 1962, Usaha Bakpia Penerima KUR BRI Ini Jadi Tempat Oleh-Oleh Favorit di Yogyakarta

Penggunaan beras ketan mencerminkan pengaruh Tionghoa, sementara parutan kelapa menunjukkan sentuhan lokal Nusantara.

Lalu, bagaimana Wingko Babat bisa terkenal di Semarang? Pada tahun 1946, Loe Lan Hwa, keturunan Loe Soe Siang, mulai memproduksi Wingko Babat di Semarang.

Selain dijual dari pintu ke pintu, jajanan ini juga dititipkan di kios sederhana di Stasiun Tawang.

Loe Lan Hwa bersama keluarganya mengungsi dari Babat ke Semarang sekitar tahun 1944 untuk mencari kehidupan yang lebih baik, mengingat situasi kerusuhan yang terjadi di Babat, Lamongan pada masa itu. Dampak dari kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II.

Baca Juga: Oleh-oleh Khas Keripik Tempe Rohani Sukses Kembangkan Usaha Berkat Pinjaman BRI

Dari sinilah Wingko Babat mulai dikenal luas dan menjadi ikon kuliner Semarang. Meskipun populer di Semarang, kita patut memberikan apresiasi kepada Kabupaten Lamongan sebagai tempat kelahiran Wingko Babat yang sesungguhnya.

Di tempat asalnya yaitu Kecamatan Babat, Lamongan, jajanan dari tepung ketan dan parutan kelapa ini telah dibuat sejak 1898, jauh lebih dulu dibandingkan Semarang yang baru mengenalnya pada 1944.

Jadi, meskipun Wingko Babat identik dengan Semarang dalam dunia pariwisata, akar sejarahnya tetap tertanam kuat di tanah Lamongan.

Baca Juga: Menilik Kuliner Ikan Wader dari Sungai Bengawan Solo, Salah Satu Masakan Andalan Masyarakat Bojonegoro

Kedua daerah ini sama-sama berjasa dalam melestarikan dan memopulerkan kuliner tradisional yang kaya akan nilai sejarah dan budaya ini. (jes/bgs)

 

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#warisan #jurnal #kuliner #Wingko babat #sejarah #oleh-oleh #lamongan #Semarang