RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Jika seseorang dari wilayah barat Pulau Jawa ditanya apa yang merek aandalkan agar tetap hangat di malam hari, jawabannya mungkin bukan kopi, tapi bandrek. Bandrek telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya minum masyarakat Sunda selama berabad-abad.
Bandrek banyak digemari oleh masyarakat Jawa Barat, terutama mereka yang tinggal di daerah perbukitan. Dulu bandrek lebih sering disajikan dalam upacara adat, namun kini sudah dapat dikonsumsi oleh masyarakat luas.
Terbuat dari jahe, gula merah dan berbagai rempah lain, minuman ini siap menemani dinginnya malam di perbukitan. Selain itu bandrek juga dapat memulihkan tubuh agar lebih enak, misal agar tidak masuk angin.
Bahan-bahan membuat bandrek:
- 3-4 ruas jahe merah, atau jahe biasa jika tidak ada.
- 5 butir cengkeh
- 1 batang kayu manis
- 3-4 sdm gula merah
- 500 ml air
- Sejumput garam
- Susu kental manis secukupnya, jika ingin lebih manis dan tidak terlalu kuat
Cara membuat bandrek:
- Bakar jahe di atas api, kemudian memarkan
- Dalam sebuah panci, masukkan air, jahe yang sudah dimemarkan, cengkeh, dan kayu manis. Rebus dengan api sedang hingga mendidih
- Setelah air mendidih dan harum, tambahkan gula merah dan garam. Aduk hingga gula larut
- Kecilkan api, diamkan campuran bandrek selama 10-15 menit.
- Matikan api, saring bandrek menggunakan filter atau saringan sebanyak 1-2 kali.
- Sajikan dalam gelas selagi hangat. Jika ingin memakai susu kental manis, tambahkan susu ke dalam bandrek setelah disajikan.
Secara tradisional, bandrek disajikan tanpa topping. Namun dewasa ini banyak yang menyajikan bandrek dengan ekstra parutan kelapa, parutan kayu manis, serta potongan jeruk untuk rasa lebih kuat. Bahkan ada yang mencampurkannya dengan telur sebagai pengganti asupan makanan. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana