Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

7 Drakor Fantasy Paling Memorable dan Bikin Kangen: Dari Epik Abadi hingga Eksperimen yang Membelah Opini

Hakam Alghivari • Sabtu, 26 Juli 2025 | 21:36 WIB

 

Abyss, salah satu drakor fantasi yang cukup memorable.
Abyss, salah satu drakor fantasi yang cukup memorable.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Genre fantasi dalam drama Korea tak hanya menyuguhkan sihir dan makhluk supranatural. Ia menawarkan pelarian emosional, cinta tak biasa, dan dunia alternatif yang kadang lebih terasa nyata daripada kenyataan.

Dalam satu dekade terakhir, beberapa judul berhasil menancapkan pengaruh mendalam dalam ingatan penonton global, baik karena keunikan konsep maupun keindahan eksekusi.

Namun, tidak semua fantasy K-drama menapaki jalan yang mulus. Beberapa terperosok dalam plot yang ambisius namun gagal dieksekusi, sementara yang lain justru bersinar meski dengan premis sederhana.

Berikut ini adalah daftar 7 drama Korea genre fantasy paling memorable, lengkap dengan ulasan, rating, dan respons komunitas penggemar internasional.

1. Alchemy of Souls (2022–2023): Dunia Magis yang Bukan Sekadar Gimmick

Ketika Studio Dragon memperkenalkan dunia fiktif “Daeho”, penonton tak menyangka bahwa Alchemy of Souls akan menjadi salah satu serial fantasy paling monumental dalam sejarah K-drama.

Dengan latar kerajaan semi-mitologis dan sistem sihir berbasis pertukaran jiwa, drama ini membangun dunia yang kaya dan berlapis.

Dibagi dalam dua musim, serial ini mengikuti kisah Jang Uk (Lee Jae-wook) dan seorang penyihir perempuan yang jiwanya berpindah ke tubuh pelayan.

Kompleksitas naratifnya, dipadukan dengan sinematografi elegan dan chemistry emosional, membuat drama ini mendapat rating 9,1 di MyDramaList dan tempat khusus di hati penggemar.

“There really isn’t anything like AoS... it’s a perfect fantasy world-building,” tulis salah satu pengguna Reddit.

 Baca Juga: Bikin Susah Move On! Ini 7 Drama Korea Terbaik 2025 yang Harus Kamu Tonton Sekarang Juga

2. Goblin (Guardian: The Lonely and Great God ) (2016–2017): Mitologi, Kesepian, dan Cinta yang Abadi

Tidak ada daftar fantasy K-drama yang sah tanpa Goblin. Drama ini bukan hanya populer—ia fenomenal. Mengisahkan sosok goblin abadi (Gong Yoo) yang mencari pengantin manusianya agar bisa mati tenang, serial ini menyentuh tema kesepian, takdir, dan pengampunan dengan liris.

Disutradarai oleh Lee Eung-bok dan ditulis oleh Kim Eun-sook, Goblin adalah paket lengkap: visual memukau, musik ikonik, humor lembut, dan tragedi yang menggugah air mata. Tak heran jika drama ini mencetak rating hingga 18,7% di TV kabel Korea, rekor yang sulit ditandingi.

“Unforgettable OST, unmatched chemistry… Goblin is timeless,” kata pengguna Reddit dalam salah satu thread nostalgia.

3. Hotel del Luna (2019): Ketika Dunia Arwah Jadi Bisnis Emosional

IU sebagai Jang Man-wol adalah alasan mengapa Hotel del Luna menonjol. Dalam drama ini, ia memerankan pemilik hotel mewah yang hanya menerima tamu… arwah. Namun di balik glamor dan kemewahan, tersembunyi rasa bersalah yang membelenggu selama ratusan tahun.

Ditulis oleh Hong Sisters, drama ini menyajikan kisah episodik penuh emosi, balas dendam, penebusan, dan romantisme dengan sentuhan fantasi ringan.

Dengan rating tinggi di berbagai platform (MDL sekitar 8,8), Hotel del Luna menjadi salah satu drama paling estetis dan emosional di genrenya.

“Every episode made me reflect on loss and letting go,” tulis seorang pengguna MyDramaList.

 Baca Juga: Ketika Makanan Jadi Bintang: Film dan Drakor yang Bikin Kamu Lapar

4. Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo (2016): Cinta dan Air Mata di Era Goryeo

Memadukan reinkarnasi dan sejarah, Moon Lovers adalah drama yang terus dibicarakan meskipun tak mendapatkan rating yang impresif saat tayang di Korea. Go Ha-jin (IU), perempuan modern, terlempar ke era Goryeo dan terlibat dalam intrik istana serta percintaan tragis dengan Pangeran Wang So (Lee Joon-gi).

Drama ini dipuji karena intensitas emosional dan tragika yang menyayat hati. Meski awalnya diabaikan oleh penonton lokal, kini Moon Lovers mendapat status “cult classic” di komunitas global.

“One of the most heartbreaking K-dramas I’ve seen,” tulis seorang penggemar di Reddit.

5. The Legend of the Blue Sea (2016): Kisah Duyung dan Penipu yang Tak Biasa

Ketika cerita putri duyung bertemu con-artist modern, jadilah The Legend of the Blue Sea. Diperankan oleh Jun Ji-hyun dan Lee Min-ho, drama ini menggabungkan cerita lintas masa—dari era Joseon hingga Seoul modern.

Romansa yang kocak, visual bawah laut yang cantik, serta plot tentang reinkarnasi dan karma membuat drama ini begitu populer. Beberapa episode bahkan meraih rating lebih dari 20%, menandai kesuksesannya secara komersial.

6. The King: Eternal Monarch (2020): Dunia Paralel dan Takdir yang Terpecah

Disutradarai oleh Kim Eun-sook, The King mengusung cerita ambisius tentang dua dunia paralel—Kerajaan Korea dan Republik Korea. Kaisar Lee Gon (Lee Min-ho) berusaha menutup celah antar-dunia dan menemukan cinta serta kebenaran.

Meskipun banyak penonton memuji visual dan konsep besar drama ini, kritik muncul terhadap logika alur dan pacing-nya. Namun di pasar internasional, terutama Netflix Asia Tenggara, The King mendapat sambutan luar biasa.

“It’s confusing at times, but the visual and score are unforgettable,” tulis seorang reviewer IMDb.

7. Abyss (2019): Premis Brilian, Eksekusi yang Terbagi Dua

Berbeda dari enam drama sebelumnya, Abyss menempati posisi unik. Ia bukan drama favorit semua orang, namun cukup sering disebut karena premisnya yang berani.

Mengisahkan dua orang yang mati dan dibangkitkan dalam tubuh baru berkat artefak bernama “Abyss”, drama ini seharusnya menawarkan eksplorasi mendalam tentang identitas, cinta sejati, dan takdir. Sayangnya, banyak penonton merasa kecewa dengan eksekusi cerita yang membingungkan dan karakterisasi yang lemah.

“Too many plot holes… characters do the dumbest decisions,” tulis salah satu komentar pedas di Reddit.
“It gets worse later… won’t recommend continuing, but PBY is cute as always,” tulis yang lain.

Namun, tak semua penggemar membencinya. Chemistry antara Park Bo-young dan Ahn Hyo-seop masih menjadi daya tarik utama bagi penonton yang bertahan hingga akhir.

“STILL I recommend this series… the cute scenes between PBY and AHS… Their onscreen chemistry made up for everything else.”

Dengan rating sekitar 7,1 di IMDb, Abyss bukanlah fantasy terbaik, namun menjadi studi menarik tentang bagaimana ide kuat bisa gagal jika eksekusi tidak matang.

Baca Juga: Duka Pecinta Drakor! Aktris Kang Seo-ha Meninggal Dunia, Tinggalkan Proyek Drama yang Masih Berjalan

Di Antara Magis dan Manusiawi

Kekuatan drama Korea fantasy terletak bukan hanya pada dunianya yang tidak nyata, tetapi pada emosi yang tetap terasa nyata. Dari Goblin yang merayakan kehidupan abadi hingga Alchemy of Souls yang meredefinisi makna pengorbanan, drama-drama ini menunjukkan bahwa fantasy adalah cermin yang memperbesar realitas.

Sementara itu, Abyss hadir sebagai pengingat: bahwa ide orisinal bukan jaminan sukses—dan bahwa eksekusi tetaplah raja. Namun justru karena keberaniannya, Abyss tetap layak masuk dalam percakapan, jika bukan untuk dipuji, maka untuk dipelajari. (kam) 

Editor : Hakam Alghivari
#drakor #fantasy #k-drama