Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Menonton Film Sedih hingga Nangis, Merasa Lega? Ini Alasan Mengapa Menonton Bisa Jadi Terapi Emosi

Hakam Alghivari • Rabu, 9 Juli 2025 | 03:00 WIB
Ilustrasi menonton film di rumah.
Ilustrasi menonton film di rumah.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pernah merasa lega setelah menonton film yang bikin menangis? Atau justru merasa perasaanmu lebih ringan setelah ikut larut dalam kisah tragis karakter fiksi? Ternyata, itu bukan kebetulan belaka.

Dalam psikologi, proses pelepasan emosi seperti ini disebut dengan katarsis. Istilah psikologi ini merujuk pada mekanisme di mana seseorang melepaskan emosi yang terpendam, seperti kesedihan atau kemarahan, melalui aktivitas tertentu yang memicu ekspresi emosional.

Menonton film—terutama yang mengandung cerita menyentuh atau penuh konflik emosional—dapat menjadi sarana katarsis.

Emosi yang timbul saat menyaksikan adegan film bisa membantu kita mengakses dan melepaskan perasaan dalam diri sendiri, tanpa harus mengalami kejadian itu secara langsung.

Film Sebagai Cermin Emosi Kita

Ketika menonton film, penonton kerap terlibat secara emosional dengan karakter dan alur cerita. Ikatan ini memungkinkan seseorang merasakan empati, sedih, haru, hingga kelegaan saat konflik film mencapai resolusi. Inilah yang membuat film bisa berfungsi sebagai pemicu katarsis.

Menurut laman Alodokter, katarsis adalah istilah psikologi yang menggambarkan pelepasan emosi secara sehat dan terkendali.

Proses ini bisa terjadi secara alami dalam berbagai bentuk, termasuk lewat aktivitas seperti menonton film, mendengarkan musik, atau membaca cerita yang emosional.

Menariknya, banyak penonton tidak sadar bahwa mereka sedang melakukan katarsis. Mereka hanya merasa "terhubung" dengan cerita atau tokoh dalam film, tanpa menyadari bahwa perasaan yang muncul sebenarnya adalah emosi pribadinya sendiri yang sedang terpantik dan dilepaskan.

Studi Psikologi Tentang Film dan Katarsis

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Media Psychology menunjukkan bahwa film bergenre drama atau tragedi bisa menimbulkan efek terapeutik karena memungkinkan penonton mengalami emosi secara tidak langsung.

Proses ini disebut vicarious catharsis, yakni pelepasan emosi melalui pengalaman tokoh fiksi. Penonton, dalam hal ini, bisa merasa lega setelah menangis karena merasa dipahami atau merasa “tidak sendirian”.

Ini berperan besar dalam membangun emotional validation, yaitu perasaan bahwa emosi yang mereka alami wajar dan bisa diterima.

Psikolog klinis dari University of Leeds, Dr. Geoffrey Beattie, menyebutkan bahwa film menyedihkan memberi kita “izin sosial” untuk menangis. Hal ini penting terutama dalam masyarakat yang cenderung menekan ekspresi emosi, terutama pada laki-laki.

Mengapa Menonton Bisa Menyehatkan Mental?

Menonton film bisa menjadi semacam pelarian emosional yang sehat. Saat kita sulit mengekspresikan emosi dalam kehidupan nyata, film menawarkan ruang yang aman untuk menghadapi perasaan tersebut.

Dalam psikologi, hal ini dikenal sebagai emotional processing, yaitu proses internal untuk mengurai dan memahami emosi melalui pengalaman simbolik. Film juga sering kali membantu kita merefleksikan pengalaman pribadi secara tidak langsung.

Contoh sederhananya, seseorang yang belum bisa menangis karena kehilangan orang terdekat mungkin akhirnya bisa melepaskan emosinya setelah menonton film tentang kehilangan. Namun, penting untuk membedakan antara katarsis dan pelarian.

Jika seseorang terus-menerus menggunakan film untuk menghindari masalah nyata, itu bisa menjadi bentuk escapism yang kurang sehat. Katarsis sejati justru membantu kita menghadapi emosi, bukan melarikan diri darinya.

Film bukan sekadar hiburan, tapi juga cermin batin. Dalam setiap cerita yang membuat kita menangis, ada ruang untuk melepaskan perasaan yang tak sempat terucap.

Melalui layar, kita bisa menemukan penghiburan, pengakuan, dan kadang, penyembuhan. Karena dalam dunia psikologi, istilah pelepasan emosi adalah katarsis—dan film menjadi salah satu medium paling lembut untuk menjalaninya. (kam) 

Editor : Hakam Alghivari
#istilah pelepasan emosi #emosi #psikologi #Melepas Emosi Negatif #menonton film #katarsis #film sedih