Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Rahasia Parenting Cerdas Berdasar Ilmu Psikologi Anak

Bhagas Dani Purwoko • Selasa, 8 Juli 2025 | 02:26 WIB
Ilustrasi ibu dan anak
Ilustrasi ibu dan anak

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Menjadi orang tua adalah petualangan luar biasa yang dipenuhi kebahagiaan, tantangan, dan segudang pertanyaan. Bagi para orang tua baru, membesarkan anak tak hanya soal memenuhi kebutuhan dasar, namun juga tentang bagaimana membentuk karakter, emosi, dan kognisi mereka sejak dini. Lalu, bagaimana ilmu psikologi anak bisa menjadi kompas dalam perjalanan ini?

Pahami Anak sebagai Individu Unik

Salah satu kunci utama dalam parenting berbasis psikologi adalah memahami bahwa setiap anak adalah individu yang unik. Mereka lahir dengan temperamen, minat, dan kecepatan perkembangan yang berbeda.

Dr. Lisa Damour, seorang psikolog klinis terkemuka dan penulis buku laris, dalam salah satu wawancaranya menekankan pentingnya mengamati dan memahami kepribadian anak kita sendiri. "Tidak ada satu pun manual yang cocok untuk semua anak," ujarnya. "Orang tua yang efektif adalah mereka yang fleksibel dan merespons kebutuhan unik anak mereka."

Ini berarti, daripada membandingkan anak Anda dengan anak tetangga atau anak dalam buku, fokuslah pada pertumbuhan dan perkembangan pribadi mereka. Kenali apa yang membuat mereka senang, apa yang membuat mereka sedih, dan bagaimana mereka berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka.

Pentingnya Ikatan Emosional (Attachment)

Fondasi utama dari perkembangan psikologis anak yang sehat adalah ikatan emosional yang aman (secure attachment) dengan orang tua atau pengasuh utama. Ikatan ini terbentuk melalui respons yang konsisten, penuh kasih sayang, dan sensitif terhadap kebutuhan anak, terutama di tahun-tahun awal kehidupan.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ahli seperti John Bowlby dan Mary Ainsworth, anak-anak yang memiliki ikatan emosional yang aman cenderung lebih percaya diri, memiliki regulasi emosi yang lebih baik, dan lebih mudah menjalin hubungan sosial di kemudian hari. Konsep attachment theory ini adalah dasar dalam psikologi perkembangan.

Cara termudah membangun ikatan ini adalah dengan:

1. Responsif: Segera menanggapi tangisan atau kebutuhan anak. Ini bukan berarti memanjakan, melainkan memberikan rasa aman bahwa kebutuhan mereka akan dipenuhi.

2. Sentuhan Fisik: Peluk, cium, dan sentuhan lembut memberikan kenyamanan dan memperkuat ikatan.

3. Interaksi Mata: Menatap mata anak saat berbicara atau bermain membangun koneksi.

4. Bermain Bersama: Bermain adalah bahasa anak. Melalui bermain, Anda tidak hanya membangun ikatan, tetapi juga membantu mereka belajar dan mengembangkan keterampilan.

5. Batasan dan Konsistensi: Cinta yang Terstruktur, Meskipun cinta dan kehangatan adalah fondasi, batas dan konsistensi juga krusial dari perspektif psikologi anak. Anak-anak membutuhkan struktur dan aturan untuk merasa aman dan memahami dunia di sekitar mereka.

Psikolog anak seringkali menyarankan pemberian batasan yang jelas, positif, dan konsisten. Misalnya, daripada mengatakan "Jangan lari!", lebih baik "Jalan pelan-pelan ya.". Saat memberikan konsekuensi, pastikan itu relevan dan diterapkan dengan tenang.

Profesor Lawrence Kutner, seorang psikolog anak dan penulis, pernah menulis di The New York Times bahwa "Anak-anak membutuhkan batas, bukan karena mereka buruk, tetapi karena mereka belum memiliki kemampuan untuk mengatur diri mereka sendiri." Konsistensi dalam menegakkan aturan ini akan membantu anak memahami ekspektasi dan mengembangkan disiplin diri.

Mengenali dan Mengelola Emosi Anak

Anak-anak, bahkan balita, sudah mulai merasakan berbagai emosi. Namun, mereka belum memiliki kosa kata atau kemampuan untuk mengungkapkannya. Di sinilah peran orang tua sangat vital.

Bantulah anak untuk mengenali dan memberi nama emosi mereka. Ketika anak Anda marah, Anda bisa mengatakan, "Mama/Papa lihat kamu marah ya karena mainannya diambil teman." Validasi perasaan mereka, lalu ajarkan cara yang sehat untuk mengungkapkannya. Ini akan membantu mereka membangun kecerdasan emosional, sebuah keterampilan penting untuk kesuksesan di masa depan.

Membesarkan anak adalah perjalanan yang tak pernah berhenti belajar. Dengan memahami dasar-dasar psikologi anak, orang tua baru dapat melangkah dengan lebih percaya diri, membangun fondasi yang kuat untuk perkembangan anak yang sehat, bahagia, dan tangguh. (*/sfh)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#psikologi #anak #psikolog #orang tua