RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Remaja Indonesia makin akrab dengan begadang. Tidur larut malam, scroll TikTok berjam-jam, atau mengejar tugas hingga dini hari bukan lagi fenomena sesekali, melainkan kebiasaan harian.
Tapi, mengapa remaja kini begitu sulit tidur tepat waktu? Apakah ini hanya soal gaya hidup, atau ada alasan biologis dan psikologis di baliknya?
Artikel ini membahas penyebab umum gangguan tidur pada remaja, dampaknya bagi kesehatan fisik dan mental, serta strategi mengatasinya secara ilmiah dan praktis.
Penyebab Remaja Sering Begadang
1. Perubahan Ritme Biologis saat Pubertas
Selama masa pubertas, terjadi pergeseran ritme sirkadian yang membuat tubuh remaja baru merasa mengantuk 1–2 jam lebih lambat dari orang dewasa. Ini artinya, meski sudah pukul 10 malam, mereka belum merasakan kantuk secara alami. Hal ini dipicu oleh keterlambatan produksi hormon melatonin dalam tubuh.
2. Tugas dan Tekanan Akademik
Remaja dibebani tugas sekolah, ujian, hingga kegiatan ekstrakurikuler. Tekanan akademik yang tinggi membuat otak sulit beristirahat, bahkan saat tubuh sudah lelah. Banyak dari mereka akhirnya memilih menyelesaikan tugas di malam hari, mengorbankan waktu tidur mereka
3. Kecanduan Gadget dan Media Sosial
Gen Z hidup berdampingan dengan gawai. Mereka terbiasa mengakses media sosial sebelum tidur—Instagram, TikTok, atau YouTube—tanpa menyadari bahwa cahaya biru dari layar bisa mengganggu produksi melatonin. Akibatnya, otak tetap aktif meski tubuh ingin beristirahat.
4. FOMO (Fear of Missing Out)
FOMO mendorong remaja untuk terus online meski malam telah larut. Mereka takut tertinggal berita, gosip, tren, atau konten viral yang sedang ramai. Dorongan ini membuat waktu tidur terus tertunda.
5. Konsumsi Kafein dan Pola Hidup Tidak Sehat
Remaja juga kerap mengonsumsi minuman berkafein seperti kopi, teh manis, atau minuman energi untuk “ngeh” saat belajar. Padahal, efek kafein bisa bertahan hingga 6 jam dalam tubuh, dan itu mengganggu waktu tidur.
6. Masalah Psikologis dan Medis
Gangguan mental seperti stres, kecemasan, hingga depresi sering menjadi penyebab tidur terganggu. Selain itu, gangguan medis seperti insomnia, sleep apnea, dan restless legs syndrome juga bisa menyebabkan sulit tidur berkualitas.
Cara Mengatasi Kebiasaan Begadang
Berikut langkah-langkah yang terbukti membantu memperbaiki pola tidur remaja:
Terapkan rutinitas tidur-bangun yang konsisten, bahkan di akhir pekan.
• Batasi penggunaan gadget minimal 1 jam sebelum tidur.
• Kurangi konsumsi kafein di sore dan malam hari.
• Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman: gelap, sejuk, dan sunyi.
• Gunakan teknik relaksasi ringan: meditasi, journaling, pernapasan dalam, atau mendengarkan musik tenang.
• Atur manajemen waktu untuk tugas sekolah agar tidak menumpuk di malam hari.
• Tegaskan batas online untuk menghindari FOMO.
• Konsultasikan ke profesional bila mengalami insomnia berkepanjangan atau gejala psikologis.
Remaja sering begadang bukan sekadar karena malas tidur. Ada banyak faktor yang berperan baik dari biologis, psikologis, dan sosial. Mengabaikan tidur berkualitas bisa berdampak besar bagi kesehatan jangka panjang. Tapi kabar baiknya, kebiasaan tidur sehat bisa dibentuk, asalkan ada kesadaran, dukungan, dan strategi yang tepat.
Jika pola tidur terganggu terus-menerus dan mengganggu kehidupan sehari-hari, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional, baik dari psikolog, psikiater, atau dokter spesialis tidur. (*)
Sumber Referensi: Halodoc | Merdeka.com | UII
Editor : Bhagas Dani Purwoko