RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Perusahaan teknologi Meta sedang mengembangkan fitur baru untuk kecerdasan buatan (AI) milik mereka, Meta AI. Rencananya, chatbot AI milik mereka dapat memulai percakapan lebih dulu sewaktu-waktu berdasarkan percakapan pengguna dengan chatbot.
Fitur tersebut pertama kali diketahui melalui bocoran buku panduan yang diterima Business Insider, dan dikonfirmasi benar oleh Meta pada Jumat (4/7). Perbaikan chatbot tersebut merupakan salah satu bagian dari proyek baru Meta, Project Omni.
Menurut dokumen tersebut, dengan pembaruan chatbot yang akan diterapkan, chatbot dapat lebih berguna untuk pengguna mereka, sehingga pengguna dapat lebih sering bercakap dan menggunakan teknologi AI.
Namun menurut rilis resmi Meta, fungsi tersebut hanya akan aktif jika pengguna mengirim pesan kepada chatbot lebih dulu. Selain itu, jika dalam 14 hari pengguna tidak berhubungan pesan dengan chatbot tersebut, fungsi ini akan otomatis dinonaktifkan sampai pengguna kembali menggunakan chatbot.
“Setelah percakapan dimulai, AI yang dimiliki Meta AI Studio dapat meneruskan percakapan untuk berbagi ide dan menanyakan pertanyaan lebih lanjut. Dengan ini, pengguna dapat menjelajahi lebih banyak topik menarik dan melakukan percakapan yang lebih berbobot dengan AI dalam aplikasi kami,” jelas Meta dalam rilis mereka.
Sebagai contoh, nantinya jika fitur ini diaktifkan, penerima sewaktu-waktu dapat menerima pesan dari chatbot dengan tema seperti masakan, musik, film dan lain sebagainya. Tanpa perintah lebih dulu, chatbot akan menawarkan rekomendasi masakan, musik, film atau lain secara proaktif, namun hanya jika pengguna sebelumnya membahas topik tersebut.
Dengan ini, pengguna dapat mengajak ‘ngobrol’ chatbot secara lebih luwes, alami dan lebih lama. Meta memperkirakan dengan perilaku proaktif, pengguna bakal lebih rajin dan bergantung pada penggunaan AI.
Meskipun fitur tersebut telah dikonfirmasi, Meta belum dapat memastikan kapan fitur tersebut diluncurkan. Selain itu belum ada kepastian pula berapa lama dan di mana saja fitur ini akan diuji. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana