Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Belum Banyak Ruang Publik Wadahi Pekerja Lepas Bojonegoro

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 5 Juli 2025 | 21:13 WIB
FLEKSIBILITAS: Kafe yang menyediakan coworking space menjadi jujukan para Gen Z yang bekerja freelance, (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
FLEKSIBILITAS: Kafe yang menyediakan coworking space menjadi jujukan para Gen Z yang bekerja freelance, (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di tengah merebaknya pekerja lepas di era digital ini. Ternyata, belum banyak memantik pemangku kebijakan dan swasta untuk menyediakan ruang publik khusus tempat kerja bersama atau coworking space di Bojonegoro.

Meski tak dipungkiri, dari sekitar dua tempat yang mengklaim sebagai ruang kerja bersama, menunjukkan adanya peningkatan pengunjung dari tahun ke tahun. Seperti salah satu coworking space di EJSC Bakorwil.

Advisor EJSC Bakorwil II Bojonegoro Ilham Abitama menyampaikan, bahwa pengunjung di coworking space dalam satu tahun mencapai rerata 4.000 sampai 5.000 pengunjung. ’’Rerata per bulannya kunjungan mencapai 300 sampai 400 orang,” terangnya.

Menurutnya, hal itu menunjukkan peningkatan masyarakat yang membutuhkan ruang kerja terbuka. "Kami sudah jalan selama lima tahun dan selama itu grafik pengunjung meningkat,” imbuhnya.

Billy Herba, pemilik coworking space Loopmintu menyampaikan, bahwa ia mulai menyediakan coworking space enam tahun terakhir. ’’Mulai banyak yang menggunakan benarbenar sebagai tempat kerja itu sejak pandemi, sampai sekarang juga semakin banyak,” terangnya.

Baca Juga: Tren Kerja Freelance Meningkat di Bojonegoro: BPS Catat 8,94 Persen Pekerja Lepas

Menurutnya, meski pekerja lepas bisa bekerja di mana saja, namun memang belum banyak kafe dan ruang publik yang mengumumkan sebagai tempat kerja bersama. ’’Karena ada perbedaan ruang yang memang khusus tempat kerja, seperti tinggi meja yang disesuaikan,” terangnya.

Namun, ditengah minimnya fasilitas ruang kerja publik, anak muda di Bojonegoro juga mulai bergerak membuat tempat kerja secara swadaya. Seperti yang ada di Jalan Mliwis Putih, Desa Ngrowo, Kecamatan Kota.

’’Ada tujuh orang dan teman-teman freelancer yang menggunakan untuk tempat kerja di sini,” ungkap salah satu pekerja lepas, Marshal Sundawa.

Meski memiliki pekerjaan sendiri-sendiri di bidang desain, foto, dan videografi, tapi membuat ruang kerja berkelompok lebih menambah produktivitas.

’’Jika masing-masing ada permintaan kerja, bisa saling bantu bahkan berbagi pekerjaan,” pungkasnya. (dan/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Ruang Publik #coworking space #pekerja lepas #Ruang Kerja Terbuka #pandemi #tempat kerja #kafe #freelancer #bojonegoro #ruang kerja