Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bukan Sekadar Lembut: Ini Tanda-Tanda Perempuan Salehah dalam Islam

Hakam Alghivari • Jumat, 13 Juni 2025 | 21:47 WIB
Perempuan shalihah.
Perempuan shalihah.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Di kalangan masyarakat, perempuan baik sering disalahpahami hanya dari penampilan lembutnya. Padahal dalam Islam, definisi perempuan shalihah jauh lebih luas.

Perempuan salehah meliputi akhlak, keimanan, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah SAW mengajarkan nilai-nilai yang menjadikan mereka perhiasan terbesar dunia.

1. Perhiasan Terbaik di Dunia adalah Perempuan Salehah

Rasulullah SAW bersabda:

"Dunia dan segala isinya adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita salihah." (HR Muslim).

Hadis ini menegaskan bahwa nilai perempuan shalihah terletak pada kualitas imannya—lebih berharga dari harta atau penampilan menarik.

2. Perempuan Taat kepada Allah dan Suami: QS. An‑Nisa’ (4):34

Al-Qur’an menetapkan ketaatan bukan karena paksaan, tetapi kesadaran spiritual. Kemenag RI mencatat ayat lengkap dalam Arab:

.....وَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

Perempuan-perempuan saleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada karena Allah telah menjaga (mereka)." (QS. An‑Nisa’:34)

Ayat ini menegaskan perempuan saleh menjaga dirinya bukan karena diawasi manusia, tetapi karena takut Allah SWT.

3. Menjaga Lisan dan Hati: Hadis Rasulullah SAW

Rasulullah SAW bersabda:

عَن أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم: (مَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَو لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَاْليَومِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ، ومَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ واليَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ) رَوَاهُ اْلبُخَارِي وَمُسْلِمٌ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Barangsiapa yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan hari akhir maka hendaknya dia berbicara yang baik atau (kalau tidak bisa hendaknya) dia diam. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia menyakiti tetangganya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia memuliakan tamunya.”  (HR. Bukhari dan Muslim)

Meskipun hadis di atas secara garis besar mengajar kebaikan bagi setiap insan tanpa mengkhususkan bagi seorang perempuan.

Namun, perempuan salehah seyogyanya menunjukkan kekuatan spiritual melalui silaturahim, keheningan dari perkataan tak berguna, dan kebijaksanaan dalam bertutur kata.

4. Kesabaran dan Qana’ah: Uji Iman Sehari-hari

Islam menjadikan sabar sebagai tanda penghidupan yang kuat. Allah sudah berfirman dalam Al-Quran

Surat Al Baqarah ayat 155:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

Artinya: "Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar."

Dari ayat ini, kita belajar bahwa setiap insan pasti mendapatkan suatu cobaan dalam hidupnya. Dan dalam kesabaran tersebut ada sesuatu yang indah yang bakal diterima di kemudian hari.

Begitu juga sebagai perempuan saleh, tidak mudah mengeluh, tetapi belajar dan tumbuh dari setiap ujian.

5. Pendidikan Akhlak dalam Kehidupan Sehari-hari

Perempuan salehah adalah pendidik generasi—tanpa harus banyak bicara. Dalam sunyi, ia menanamkan nilai: sopan, sopan santun, kerja keras, dan kasih sayang dalam rumah tangga.

Ia menjadi madrasah pertama bagi anak-anak dan teladan bagi seluruh keluarga.

Kesimpulan: Menjadi Perempuan Salehah adalah Perjalanan Iman

Menjadi perempuan salehah bukan tentang label, melainkan komitmen memperbaiki diri secara terus-menerus—dengan akhlak, ibadah, dan kesetiaan pada Allah SWT. Itu adalah keindahan sejati yang tak lekang oleh waktu. (kam) 

Editor : Hakam Alghivari
#hadis islam #perempuan shalihah #hadist nabi #Perempuan #islam #hadis #Salehah #Hadist #menjaga lisan #pandangan islam #kelembutan