Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kepribadianmu Bisa Dilihat dari Cara Makan, Menurut Studi Psikologi

Hakam Alghivari • Minggu, 8 Juni 2025 | 18:07 WIB
Jack Ma. Cara makanmu bisa ungkap kepribadianmu, simak di sini.
Jack Ma. Cara makanmu bisa ungkap kepribadianmu, simak di sini.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pernahkah kamu menyadari bahwa kebiasaan makanmu bisa memberikan gambaran tentang kepribadianmu?

Mulai dari kecepatan makan, cara memilih makanan, hingga bagaimana kamu mengatur makanan di piring, semuanya bisa menjadi cermin dari siapa kamu sebenarnya.

Penelitian psikologi perilaku makan telah banyak mengungkapkan bahwa cara kita mengonsumsi makanan erat kaitannya dengan karakter dan gaya hidup kita.

Mengenali enam pola makan yang paling umum dan bagaimana masing-masing menggambarkan tipe kepribadian berdasarkan studi ilmiah terpercaya. Yuk, mulai dari kebiasaan sederhana yang sering kita abaikan ini.

1. Makan Cepat: Ambisius dan Impulsif

Orang yang makan dengan cepat biasanya memiliki kepribadian yang aktif dan ambisius. Mereka cenderung efisien dalam memanfaatkan waktu dan fokus untuk mencapai target, tidak suka berlama-lama dalam satu aktivitas, termasuk saat makan.

Penelitian menunjukkan bahwa makan cepat kerap terkait dengan keinginan untuk segera menyelesaikan tugas dan berpindah ke kegiatan berikutnya. Hal ini menjadikan mereka cenderung berenergi tinggi dan penuh semangat.

Namun, makan cepat juga memiliki sisi lain yang kurang positif. Studi dalam jurnal Appetite (2016) menyebutkan bahwa kebiasaan makan terburu-buru juga berkaitan dengan impulsivitas, yaitu kecenderungan untuk bertindak tanpa pertimbangan matang.

Orang dengan perilaku makan cepat berisiko mengabaikan sinyal kenyang dari tubuh, yang bisa berujung pada makan berlebihan dan masalah berat badan. Jadi, makan cepat sering kali merupakan cerminan dari sifat terburu-buru yang juga memengaruhi aspek lain dalam kehidupan.

2. Makan Pelan: Reflektif dan Mindful

Sebaliknya, orang yang makan pelan biasanya lebih menikmati proses makan secara keseluruhan. Mereka cenderung lebih sadar akan rasa, tekstur, dan aroma makanan yang dikonsumsi, sebuah pendekatan yang dikenal sebagai mindful eating.

Penelitian yang dimuat di Journal of Health Psychology menegaskan bahwa makan dengan tempo pelan membantu meningkatkan kontrol diri dan mengurangi risiko makan berlebihan karena mereka lebih peka terhadap sinyal kenyang.

Selain itu, orang yang makan pelan sering kali memiliki kepribadian yang reflektif dan cenderung menghindari terburu-buru dalam pengambilan keputusan.

Namun, kecenderungan ini juga bisa menandakan sifat perfeksionis atau kecemasan yang membuat mereka merasa perlu mengontrol segala hal, termasuk saat makan.

Dengan kata lain, makan pelan bukan hanya soal menikmati makanan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang berinteraksi dengan lingkungan dan perasaannya.

3. Pemilih Makanan: Sensitif dan Berstandar Tinggi

Orang yang sangat selektif dalam memilih makanan, sering disebut picky eater, biasanya memiliki kepribadian yang sensitif dan menjaga zona nyaman mereka.

Mereka tidak sembarangan menerima makanan yang tidak sesuai dengan preferensi atau kebiasaan, yang menunjukkan tingkat kehati-hatian dan standar tinggi dalam berbagai aspek kehidupan.

Sebuah studi dari Duke University yang dipublikasikan di Journal of Eating Behaviors menghubungkan picky eating dengan ciri neurotisisme, yakni kecenderungan mudah cemas dan peka terhadap perubahan lingkungan.

Namun, picky eater juga bisa mencerminkan karakter yang tahu apa yang mereka inginkan dan tidak mudah tergoda oleh hal-hal baru yang belum mereka pahami dengan baik.

Dalam konteks ini, sifat pemilih makanan menjadi tanda seseorang yang berhati-hati, bertanggung jawab, dan memiliki prinsip dalam menjalani hidup. Meski kadang dianggap menyulitkan, kepribadian ini justru menunjukkan konsistensi dan integritas.

4. Suka Mencampur Makanan: Kreatif dan Fleksibel

Kebiasaan mencampur berbagai jenis makanan dalam satu suapan bisa menjadi indikator kepribadian yang kreatif dan terbuka. Mereka yang senang bereksperimen dengan rasa dan tekstur biasanya memiliki pola pikir yang fleksibel dan tidak terikat pada aturan atau norma yang kaku.

Penelitian di Appetite (2015) menunjukkan bahwa orang dengan gaya makan seperti ini cenderung memiliki dimensi openness to experience yang tinggi, yang berarti mereka suka mencoba hal-hal baru dan berpikiran terbuka terhadap pengalaman yang beragam.

Karakter ini biasanya juga mencerminkan kemampuan beradaptasi yang baik dalam situasi sosial maupun profesional. Mereka mampu menghadapi perubahan dengan mudah dan sering kali menemukan solusi kreatif atas masalah yang dihadapi.

Jadi, cara makan yang suka mencampur tidak hanya soal rasa, tapi juga tentang bagaimana seseorang menghadapi kehidupan secara lebih luas.

5. Makan dengan Urutan Tertentu: Terorganisir dan Suka Kontrol

Bagi sebagian orang, makan harus dilakukan dalam urutan tertentu, misalnya lauk dulu baru nasi atau sebaliknya. Pola ini menunjukkan kepribadian yang terstruktur dan menyukai keteraturan.

Studi di Appetite (2019) menemukan bahwa individu dengan kebiasaan makan yang teratur dan sistematis cenderung memiliki tingkat conscientiousness yang tinggi.

Mereka adalah tipe orang yang disiplin, teliti, dan memiliki kontrol diri yang baik dalam berbagai aspek kehidupan.

Selain itu, keinginan untuk mengikuti urutan tertentu dalam makan juga bisa menjadi refleksi kebutuhan akan kontrol dan stabilitas. Sifat ini membantu mereka merasa lebih nyaman dan aman saat menjalani rutinitas harian.

Namun, kecenderungan ini harus tetap dijaga agar tidak berubah menjadi obsesi yang membatasi fleksibilitas dalam menjalani hidup.

6. Suka Ngemil: Tanda Sensitif dan Emosional

Kebiasaan ngemil yang sering dilakukan tanpa memperhatikan rasa lapar fisik kerap dihubungkan dengan emotional eating, yaitu makan sebagai respons terhadap perasaan seperti stres, sedih, atau bosan.

Studi dalam International Journal of Eating Disorders menunjukkan bahwa orang yang lebih sering ngemil untuk mengatasi emosi cenderung memiliki tingkat empati yang tinggi dan lebih peka terhadap suasana di sekitarnya.

Ngemil dalam konteks ini bukan sekadar kebiasaan makan, melainkan cara seseorang mencari kenyamanan psikologis. Namun, jika tidak disadari, emotional eating bisa menyebabkan pola makan yang tidak sehat dan berkontribusi pada gangguan berat badan.

Oleh karena itu, mengenali kebiasaan ini bisa menjadi langkah awal untuk mengelola emosi dengan cara yang lebih sehat.

Kesimpulan

Cara kita makan memang bukan satu-satunya cermin kepribadian, tetapi kebiasaan ini dapat memberikan gambaran menarik tentang karakter dan pola pikir kita.

Dari makan cepat yang mencerminkan ambisi dan impulsivitas, hingga kebiasaan ngemil yang berkaitan dengan sensitivitas emosional, setiap gaya makan membawa cerita tersendiri.

Mengenal kebiasaan makan kita bukan hanya membantu dalam memahami diri sendiri, tetapi juga membuka jalan untuk menerapkan pola makan yang lebih sehat dan mindful.

Jadi, mulai sekarang, coba perhatikan kebiasaan makanmu dan temukan apa yang bisa kamu pelajari tentang dirimu lewat cara kamu mengisi piring dan menikmati makanan. (kam) 

Editor : Hakam Alghivari
#studi #psikologi #kebiasaan #kepribadian #cara makan