RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pengembangan wisata geopark terus dilakukan di Bojonegoro. Termasuk menjadikannya sebagai tempat wisata yang diharapkan mampu menjadi potensi kemandirian ekonomi daerah. Saat ini, terdapat tujuh tempat wisata yang masuk dalam geopark.
Meliputi, Teksas Wonocolo dan Antiklin di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan; Kayangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem; Negeri Atas Angin di Desa Deling, Kecamatan Sekar; dan Kampung Samin di Desa/Kecamatan Margomulyo.
Lalu, Petilasan Angling Darma di Desa Wotangare, Kecamatan Kalitidu; Agrowisata Belimbing Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu; dan Goa Soko serta Sumber Mata Air di Kecamatan Temayang.
Sederet destinasi tersebut memiliki keunikan geologi, budaya, sejarah, hingga keindahan alam yang menjadi daya tarik tersendiri. Dari tujuh destinasi tersebut, wisata Kayangan Api masih menjadi primadona.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro Lukiswati mengatakan, berdasar data dari rencana induk (renduk), terdapat tujuh wisata di Bojonegoro masuk dalam geopark.
Di antaranya, Teksas Wonocolo dan Antiklin; Kayangan Api; Negeri Atas Angin; Kampung Samin; Petilasan Angling Darma; Agrowisata Belimbing Ngringinrejo; dan Goa Soko serta Sumber Mata Air. Dari tujuh wisata tersebut, Kayangan Api yang paling banyak dikunjungi hingga saat ini.
Wisata yang menawarkan adanya api abadi tersebut paling banyak dikunjungi wisatawan. Lokasinya yang berada di tengah hutan, tepatnya di area perhutani, menjadikan keindahan tersendiri. Perpaduan apik antara api yang tak pernah padam dengan pepohonan yang tinggi menjulang.
Wisata tersebut juga dilengkapi dengan beberapa bangunan khas jaman dulu dan air blukutuk yang beraroma belerang. Selain menawarkan keindahan alam, terdapat nilai historis yang tak kalah menarik dari wisata tersebut. ’’Kayangan Api (primadona wisata),” ujarnya.
Astutik salah satu warga asal Kecamatan Ngasem mengatakan, turut bangga dengan keberadaan wisata Kayangan Api. Ia bersama suami pernah beberapa kali berkunjung ke wisata lokal tersebut. Namun, setelah kini memiliki anak kecil, jarang ke sana.
Menurutnya, wisata tersebut kurang cocok untuk anak kecil. Sehingga, lebih memilih untuk berwisata di Growgoland untuk mengisi liburan singkatnya bersama keluarga. Karena dinilai lebih cocok untuk anak-anak, ada wahana airnya.
’’Kayangan Api memang menarik. Tempatnya juga masih sangat asri, tersedia aneka makanan yang dijual di lokasi juga. Tapi, untuk anak-anak, kurang begitu cocok,” nilainya. (ewi/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana