Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kenapa Perempuan Butuh Tidur Lebih Lama dari Laki-laki? Ini 6 Fakta Mengejutkan dari Penelitian

Hakam Alghivari • Jumat, 9 Mei 2025 | 00:16 WIB
Ilustrasi seorang perempuan yang sedang tidur
Ilustrasi seorang perempuan yang sedang tidur

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kita semua tahu bahwa tidur adalah kebutuhan mendasar bagi manusia. Tapi seberapa penting tidur itu, dan apakah semua orang membutuhkannya dalam jumlah yang sama? Jawabannya ternyata tidak sesederhana itu. Meski terlihat sepele, durasi tidur ternyata bisa sangat berbeda tergantung pada jenis kelamin.

Penelitian ilmiah mengungkap bahwa perempuan cenderung membutuhkan waktu tidur lebih panjang dibanding pria, bahkan bisa mencapai 20 menit lebih lama. Hal ini berkaitan dengan beban mental, struktur otak, dan aktivitas harian yang seringkali lebih kompleks dan multitasking. Bukan hanya soal jumlah tidur, tapi juga kualitasnya, yang ternyata lebih sering terganggu pada perempuan.

Sebuah studi dari Duke University menemukan bahwa perempuan yang kekurangan tidur lebih rentan mengalami gangguan emosional seperti depresi, kecemasan, dan mudah tersinggung. Hal ini diperkuat oleh laporan dari Times of India yang merangkum berbagai temuan ilmiah terkait tidur dan gender. Artikel ini akan membahas enam alasan ilmiah yang membuat perempuan secara alami membutuhkan tidur lebih banyak.

1. Multitasking Setiap Hari Bikin Otak Perempuan Lebih Cepat Lelah

Kebanyakan perempuan terbiasa mengerjakan beberapa hal sekaligus, seperti mengurus anak, bekerja, mengatur rumah, hingga menyelesaikan tugas sosial. Aktivitas otak yang begitu padat ini membuat sistem kognitif mereka bekerja lebih keras dari pria dalam waktu yang sama.

Karena itulah, otak perempuan membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama saat tidur. Semakin aktif otak digunakan di siang hari, semakin besar pula waktu yang dibutuhkan untuk memulihkannya di malam hari.

2. Hormon Perempuan Bekerja Seperti Roller Coaster

Hormon estrogen dan progesteron naik-turun drastis selama siklus menstruasi, kehamilan, atau menopause. Perubahan ini memengaruhi suasana hati, suhu tubuh, dan kenyamanan fisik, yang semuanya berdampak langsung pada pola tidur.

Banyak perempuan mengalami sulit tidur menjelang menstruasi karena kram, stres, atau gelisah. Bahkan saat hamil, gangguan seperti sering buang air kecil atau posisi tidur yang tidak nyaman membuat tidur menjadi lebih pendek dan tidak nyenyak.

3. Risiko Insomnia Lebih Tinggi pada Perempuan

Dilansir dari Verywell Mind, perempuan dua kali lebih sering mengalami insomnia dibanding pria. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh tekanan psikologis, stres, dan gangguan suasana hati yang lebih sering mereka alami.

Kualitas tidur yang buruk ini tidak selalu disadari, namun efeknya terasa di pagi hari, seperti mudah lelah, sulit konsentrasi, hingga emosi yang tidak stabil. Karena itu, tidur lebih lama menjadi kebutuhan alami, bukan sekadar kemewahan.

4. Tidur yang Cukup Bantu Perempuan Mengatur Emosi

Tidur bukan hanya soal istirahat fisik, tapi juga penting untuk menyembuhkan luka emosional. Saat tidur, otak memproses perasaan dan pengalaman yang kompleks.

Karena perempuan cenderung lebih ekspresif secara emosional, mereka memerlukan lebih banyak waktu untuk memulihkan diri secara mental. Kurang tidur membuat mereka lebih rentan terhadap kecemasan, rasa cemas berlebihan, dan depresi.

5. Otak Perempuan Lebih Kompleks dalam Mengelola Informasi

Studi pencitraan otak menemukan bahwa struktur otak perempuan menunjukkan koneksi antarbagiannya lebih aktif, terutama saat mengambil keputusan atau menyelesaikan masalah.

Dengan lebih banyak wilayah otak yang bekerja secara simultan, maka energi mental yang digunakan pun lebih tinggi. Tidur lebih lama diperlukan untuk menetralkan kelelahan mental tersebut agar fungsi kognitif tetap optimal.

6. Kualitas Tidur Perempuan Lebih Sering Terganggu

Meskipun tidur lebih lama, banyak perempuan sering mengalami “tidur terputus”, terbangun karena anak menangis, suara bising, atau bahkan mimpi buruk. Ini menyebabkan tidur mereka kurang dalam, dan efek pemulihan menjadi tidak maksimal. 

Editor : Hakam Alghivari
#kebutuhan #Perempuan #tidur #penelitian #Waktu Tidur #kualitas tidur