Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Jangan Biarkan Sampah Menjadi Masalah! Cara Mengelola Sampah dengan Benar Setelah Lebaran

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 4 April 2025 | 15:30 WIB
(Dok. Freepik)
(Dok. Freepik)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Setiap tahun, jumlah sampah yang dihasilkan selama dan setelah Lebaran meningkat drastis. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), volume sampah rumah tangga di Indonesia bisa meningkat hingga 20% selama perayaan Idul Fitri, dengan mayoritas terdiri dari plastik, sisa makanan, dan kemasan sekali pakai. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah ini akan menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) dan berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan.

Ironisnya, sekitar 40% makanan yang disajikan saat Lebaran berakhir menjadi limbah, padahal sebagian besar masih bisa dimanfaatkan kembali. Selain itu, kemasan plastik dari makanan dan minuman kemasan menjadi penyumbang sampah terbesar, dengan sebagian besar berakhir di lautan dan membutuhkan ratusan tahun untuk terurai.

Daripada hanya membuang sampah, kita bisa mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Misalnya membuat pupuk kompos dari sisa makanan. Yuk, simak beberapa ide menarik berikut ini!

  1. Memisahkan Sampah Berdasarkan Jenisnya

Langkah pertama dalam mengelola sampah adalah memilahnya sesuai dengan jenisnya. Sampah dapat dibagi menjadi tiga kategori utama, yaitu organik, anorganik, dan sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Sampah organik, seperti sisa makanan dan daun-daunan, dapat diolah menjadi kompos.

Sampah anorganik, seperti plastik, kertas, dan kaca, sebaiknya dikumpulkan untuk didaur ulang. Sementara itu, sampah B3 seperti baterai bekas dan kemasan bahan kimia harus dibuang dengan hati-hati agar tidak mencemari lingkungan. Dengan memilah sampah sejak awal, kita bisa membantu mengurangi jumlah limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

  1. Membuat Pupuk Kompos dari Sisa Makanan

Sisa makanan seperti kulit buah, sayuran busuk, dan nasi basi bisa diolah menjadi pupuk kompos yang kaya nutrisi bagi tanaman. Caranya cukup mudah, yaitu, kumpulkan sampah organik dalam wadah tertutup yang memiliki lubang udara. Tambahkan tanah dan sedikit serbuk kayu atau daun kering agar proses pengomposan lebih cepat. Aduk sesekali agar fermentasi berjalan merata.

Setelah beberapa minggu, kompos siap digunakan sebagai pupuk alami untuk tanaman.
Dengan cara ini, kita tidak hanya mengurangi limbah makanan tetapi juga mendapatkan pupuk gratis untuk kebun atau tanaman di rumah.

  1. Mengurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Plastik merupakan salah satu penyumbang sampah terbesar setelah Lebaran, terutama dari kemasan makanan dan kantong belanja. Untuk mengurangi limbah plastik, kita bisa mulai dengan menggunakan wadah makanan yang dapat digunakan kembali, membawa tas belanja sendiri, dan memilih produk dengan kemasan ramah lingkungan.

Selain itu, kebiasaan menggunakan sedotan stainless steel dan botol minum yang bisa diisi ulang juga dapat membantu mengurangi jumlah plastik sekali pakai. Langkah sederhana ini jika dilakukan secara konsisten akan berdampak besar dalam mengurangi pencemaran plastik di lingkungan.

  1. Mendaur Ulang Barang yang Masih Bisa Digunakan

Sebelum membuang barang ke tempat sampah, ada baiknya kita memeriksa apakah barang tersebut masih bisa digunakan kembali. Kardus dan kertas kado misalnya, bisa dijadikan bahan kerajinan tangan atau dikumpulkan untuk didaur ulang. Botol plastik bisa dimanfaatkan sebagai pot tanaman atau wadah penyimpanan.

Sementara itu, kaleng bekas dapat digunakan sebagai tempat alat tulis atau dekorasi rumah. Dengan mendaur ulang, kita tidak hanya mengurangi jumlah sampah tetapi juga menciptakan barang-barang yang lebih bermanfaat.

  1. Memanfaatkan Bank Sampah dan Tempat Daur Ulang

Jika memiliki sampah anorganik yang tidak bisa diolah sendiri, kita bisa mengantarkannya ke bank sampah atau tempat daur ulang terdekat. Banyak bank sampah yang menerima plastik, kertas, logam, dan barang elektronik bekas untuk didaur ulang.

Beberapa tempat bahkan menawarkan sistem poin atau insentif bagi masyarakat yang mengumpulkan sampah daur ulang. Dengan memanfaatkan fasilitas ini, kita bisa ikut serta dalam gerakan ramah lingkungan sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah yang lebih baik.

  1. Membuang Sampah pada Tempatnya dan Sesuai Jadwal

Selain memilah dan mengolah sampah, kita juga harus memastikan bahwa sampah yang tersisa dibuang pada tempatnya dan sesuai dengan jadwal pengangkutan sampah di daerah masing-masing.

Jangan menumpuk sampah terlalu lama di luar rumah karena dapat mengundang lalat, tikus, dan menimbulkan bau tidak sedap. Jika memungkinkan, gunakan kantong sampah yang ramah lingkungan dan pastikan tempat sampah memiliki tutup agar sampah tidak berserakan.

  1. Menanamkan Kebiasaan Ramah Lingkungan dalam Keluarga

Pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari rumah dengan melibatkan seluruh anggota keluarga. Ajak anak-anak untuk belajar memilah sampah, mendaur ulang barang yang masih bisa digunakan, dan memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Dengan menanamkan kesadaran sejak dini, kebiasaan ini akan menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih bertanggung jawab terhadap alam.

Dengan mengelola sampah secara benar setelah Lebaran, kita tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman. Setiap langkah kecil yang kita lakukan akan memberikan dampak besar bagi kelestarian bumi di masa depan. (nnd/mgg)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pupuk kompos #Sampah #KLHK #daur ulang #Lebaran #perayaan idul fitri #idul fitri #Membuang Sampah #bank sampah #plastik