RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Berbuka puasa dengan kelapa muda, cocok untuk bisa menghilangkan dahaga, kebutuhan di Bojonegoro selama Ramadan ini menuingkat.
Bahkan, selama ini kebutuhan kelapa muda masih tergantung dari luar kota. Rerata dipasok dari Kabupaten Lumajang dan sekitarnya. ‘’Ini mendatangkan dari Lumajang,’’ kata salah satu Penjual Kelapa Muda di Kecamatan Balen Diki Hariyanto.
Menurut dia, kebutuhan kelapa muda saat Ramadan meningkat, bahkan pengiriman dari luar kota sering telat. Kondisi itu karena, kebutuhan di kabupaten lain juga meningkat.
Idealnya, Bojonegoro mampu mencukupi kebutuhan kelapa untuk warganya. Namun, budidaya kelapa di Bojonegoro belum dimaksimalkan.
‘’Pengirimannya sering telat,’’ tegasnya.
Menurut Mundhir, salah satu petani kelapa di Desa Wedi, Kecamatan Kapas. Perawatan tanaman kelapa cukup ekstra, karena ada hama yang sulit dikendalikan.’’ Hamanya itu kuwawung (sejenis serangga),’’ katanya.
Menurut dia, sebenarnya kelapa sangat mudah tumbuh dan berkembang bahkan hinga berbuah. Selama tidak ada hama. Namun, petani selama ini kesulitan mengendalikan hama tersebut.
‘’Dulu di kampung kami ini pusat kelapa, sekarang sudah minim,’’ tegasnya.
Dia berharap instansi terkait serius budidaya kelapa, karena kebutuhan kelapa ini cukup tinggi. Kebutuhan warga Bojonegoro selama ini dipasok dari luar kota.
Beberapa kali ada bantuan benih kelapa, tapi tidak ada pengawalan dari instansi terkait, sehingga setelah tanam kemudian mati.
‘’Kalau nanti ada bantuan benih, idealnya didampingi sampai berbuah,’’ harapnya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana