PUASA tak jadi halangan untuk berkegiatan. Bukan juga batasan melakukan aktivitas sehari-hari. Baik bekerja hingga olahraga. Tujuannya ibadah jalan, kesehatan lancar.
Tak jarang pegiat olahraga hingga kaum muda sampai tua tetap berolahraga saat puasa, tujuannya tetap menjaga keseimbangan.
Spot atau lokasi olahraganya pun beragam pilihan. Dari luar hingga dalam ruangan. Misal Stadion Lejten H. Soedirman (SLS). Jadi jujugan pelari saat pagi sampai sore hari.
Lompatan-lompatan ringan menghiasi gerak langkah kaki. Fokus melangkah, para pelari tampak menikmati. Tidak sedikit dari mereka diiringi musik. Terlihat headset terpasang di telinga.
Menurut Candra Aprilia Puspita Dewi, konsistem berolahraga saat puasa. Khususnya jogging atau running alias lari. ‘’Biasa di stadion,” ucap April sapaan akrabnya.
Perempuan asal Kecamatan Kepohbaru ini mengungkapkan, memilih jogging atau lari saat Ramadan. Meski sebelumnya banyak jenis olahraga dilakukan. Dari zumba, pound fit, sampai senam.
Menurutnya, karena jogging memiliki waktu fleksibel dibanding lainnya. Terutama di tengah kesibukannya bekerja. ‘’Ada target minimal per hari juga sih untuk fun run. Biasanya 3,5 km sampai 4 km,” imbuhnya.
Menurut perempuan 29 tahun itu, selain waktu yang fleksibel jogging menjadi pilihan karena asik dan bisa melepas hormon stres. Di antaranya mengurangi kortisol, meningkatkan endorphin, dopamine, sampai mengurangi ansietas dengan mengalihkan perhatian dan meningkatkan rasa relaksasi. ‘’Udah jogging sudah sejak sekitar dua tahun terakhir,” katanya.
Terpisah, Instruktur Olahraga Bojonegoro Dwi Tulis Wanto mengatakan, semua olahraga bisa dilakukan. Menyesuaikan kemampuan masing-masing. Bahkan, lanjut pria kerap disapa Kak Wan itu, zumba tetap jalan meski Ramadan. Tetap menjadi olahraga favorit saat sore hari menunggu waktu berbuka puasa. ‘’Puasa tidak jadi halangan untuk olahraga,” ujarnya.
Pria instruktur pound fit pertama di Bojonegoro sekaligus beberapa olahraga lainnya itu mengaku, memberi materi zumba sesuai kondisi saat puasa. Misal pilihan track lebih ringan dan cross fide yang lebih panjang. ‘’Biar ngga pada mokel (membatalkan puasa) menjalang maghrib,” ucapnya tersenyum.
Dia menambahkan, saat ini jogging juga masih jadi primadona. Karena waktu yang lebih fleksibel dan enjoy. Selain itu, tutur Wan, asupan gizi tetap harus. Terutama vitamin C. Juga, banyak minum air mineral saat berbuka dan sahur. Tentu diimbangi jam tidur yang cukup.
‘’Vitamin C semua bagus. Dan harus menjaga jam tidur. Paling tidak pukul 21.00 sudah masuk waktu ideal untuk tidur malam. Karena nanti harus bangun untuk makan sahur dan pasti tidak tidur lagi sampai waktu subuh,” tuturnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana