Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Puasa Ramadan Tetap Lancar, Tubuh Tetap Bugar : Lari dan Bersepeda Jadi Pilihan Saat Puasa

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 9 Maret 2025 | 20:55 WIB
RUTIN: Warga sedang olahraga dengan lari-lari kecil di seputar Alun-Alun Bojonegoro. (IRVAN RAMADHON/RADAR BOJONEGORO)
RUTIN: Warga sedang olahraga dengan lari-lari kecil di seputar Alun-Alun Bojonegoro. (IRVAN RAMADHON/RADAR BOJONEGORO)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Selama ramadan masyarakat tetap bisa berolahraga. Bahkan terdapat beberapa orang yang mengisi waktu ngabuburit (menjelang berbuka) dengan olahraga.

Lari dan bersepeda menjadi olahraga yang banyak dipilih saat ramadan. Dampaknya mampu membuat tubuh lebih bugar dan ibadah tetap lancar.

Menurut Febri Dian Permata Sari, di bulan Ramadan tetap berolahraga. Lari menjadi salah satu olahraga yang rutin dilakukan. Bahkan sejak puasa tahun lalu.

‘’Satu hingga dua kali seminggu. Bahkan ketika rajin bisa tiga kali,” jelasnya.

Dian menceritakan, berolahraga ketika puasa untuk menjaga kondisi tubuh tetap bugar selama Ramadan. Selain itu berdampak susana hati, terlebih dia sangat menikmati lari sekitar 1 jam atau 30 menit sebelum buka puasa, atau saat ngabuburit.

’Pace larinya juga santai,” ungkapnya.

Tahun lalu dengan rutin lari saat puasa, Dian mampu menurunkan berat badan. Terlebih ketika itu pelatih taekwondo tersebut memang sedang program. Hasilnya berat badan turun dan badan tetap bugar selama ramadan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

Shared post on

Instagram embed

Dosen Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro Mohamad Da’i mengatakan, lari atau jogging dan bersepeda adalah pilihan ideal sebagai olahraga saat puasa. Intensitas dua olahraga tersebut dapat disesuaikan.

“Kuncinya adalah memilih waktu yang tepat, seperti menjelang berbuka atau setelah tarawih, agar tubuh tidak kelelahan atau dehidrasi,” ujarnya.

Menurut Da’i selain menjaga fisik, olahraga juga berperan dalam meningkatkan kesehatan mental. Aktivitas fisik selama puasa dapat meningkatkan produksi hormon endorfin yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas ibadah.

“Ketika tubuh tetap aktif, metabolisme lebih baik, energi lebih stabil, dan bisa lebih fokus dalam menjalankan ibadah,” ujarnya.

Founder ABR Physiotherapy Home Care Afrizal Bintang Ramadhan mengatakan, semua olahraga baik dan aman dilakukan saat puasa. Namun lebih merekomendasikan lari dan bersepeda.

‘’Terlebih lari tidak perlu peralatan atau perlengkapan,” jelasnya. 

Bintang menjelaskan, olahraga selama puasa bisa membuat tubuh labih sehat dan bugar. Sehingga menjalankan ramadan baik dan ibadah lancar. Olahraga menjelang berbuka atau setelah tarawih lebih disarankan.

Olahraga menjelang berbuka dapat berdampak pada kadar gula pada tubuh. Sementara ketika setelah tarawih, makanan dimakan saat berbuka akan dibakar lagi saat berolahraga dan mudah mengontrol berat badan

‘’Lemak dan gula dikonsumsi saat berbuka akan terbakar lagi,” ungkapnya.

(IRVAN RAMADHON/RADAR BOJONEGORO)
(IRVAN RAMADHON/RADAR BOJONEGORO)

Perhatikan Asupan Makanan

DEMI tetap bisa berpuasa dengan lancar dan berolahraga asupan makanan perlu diperhatikan. Terutama air agar tubuh tidak dehidrasi. Juga memilih makanan dengan berkadar air tinggi.

Dosen Gizi STIKes Muhammadiyah Bojonegoro (Maboro) Irwan Apriliawan mengatakan pada prinsipnya orang yang berpuasa menggeser waktu makannya dari tiga kali menjadi dua kali sehari.

Irwan menjelaskan bagi orang yang suka berolahraga selama puasa perlu memperhatikan asupan cairan tubuh agar tidak dehidrasi. Agar cairan dalam tubuh tetap terjaga perlu minum minimal delapan gelas per hari.

‘’Juga memilih makanan yang berkuah dan berkadar air tinggi bisa dipilih untuk menghindari kondisi kekurangan cairan tubuh,” ungkapnya.

Menurut Irwan ketika makan sahur perlu mengkonsumsi sumber makanan yang lengkap. Mulai dari karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang, roti gandum utuh yang kaya serat. Pemilihan karbohidrat kompleks bertujuan agar perut kenyang lebih lama karena dicerna bertahap di dalam tubuh.

Lalu protein hewani seperti ikan, ayam, daging, hingga telur. Berperan sebagai zat pembangun dan membuat perut kenyang lebih lama.

Selain itu, sayur dan buah-buahan sebagai sumber vitamin, mineral dan cairan yang bermanfaat bagi tubuh, serta kandungan serat yang tinggi dapat membuat perut kenyang lebih lama.

Sementara ketika berbuka, segera berbuka dengan yang manis seperti kurma atau buah-buahan untuk mengembalikan kadar gula darah yang turun saat puasa. Setelah itu, selingi dengan salat Magrib terlebih dahulu baru buka puasa makan besar dengan menu seimbang.

‘’Agar perut tidak kaget,” ujarnya. (irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Lari #ramadan #ngabuburit #jogging #gula #tarawih #bugar #lemak #olahraga #puasa #taekwondo #berat badan #bojonegoro #berolahraga #berbuka #Makanan #bersepeda