Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pengelolaan Wisata Gunung Pandan Masih Terkendala Izin Kawasan Hutan

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 12 Januari 2025 | 20:34 WIB
(YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
(YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

 

ANIMO mendaki puncak Gunung pandan kian meningkat, para pecinta alam tergugah membuka jalur selain via Desa Klino, Kecamatan Sekar. Yakni via Banyu Kuning, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang.

Jalur pendakian baru ini diinisasi relawan Muhammadiyah di bawah Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Bojonegoro.

Namun, disayangkan destinasi satu ini belum dikelola maksimal dan terkendala izin karena masuk kawasan perhutani.

Pihak terkait dipacu turut memerhatikan dan melihat kekayaan potensi. ‘’Saat ini belum ada pengelola via mana saja,” kata Anggota Bidang Search and Rescue (SAR) MDMC Bojonegoro Abdillah Mahardika, Jumat (10/1).

Dika melanjutkan, pengelola belum ada salah satunya karena belum ada izin baik via Klino maupun Banyu Kuning. Jika mendaki hanya membayar parkir di rumah warga sekitar.

Dia menjelaskan, alasan membuka jalur baru. Berangkat dari hobi yang sama sebagai pecinta alam dan melihat potensi wisata dari Gunung Pandan dan Banyu Kuning.

‘’Kami melihat potensi wisata yang menarik. Inginnya hidup kembali atau paling tidak nggak mangkrak atau bisa dialihfungsikan sebagai basecamp via Banyu Kuning,” harap dia.

Dia melanjutkan, karena masuk kawasan hutan di bawah perhutani perihal izin harus dipikirkan secara matang oleh pemerintah desa (pemdes) maupun pemerintah kabupaten (pemkab).

Sebab, dengan pengelolaan yang maksimal, akan memberi manfaat warga sekitar seperti peningkatan ekomoni.

Juga, jika ada pengelola mempermudah ketersediaan data. Artinya jika terjadi hal tidak diinginkan bisa segera dilakukan evakuasi atau bergeraak karena ada penanggung jawab.

Dika juga berpesan, karena pendakian Gunung Pandan lagi viral, bagi pendaki diharap membawa kembali sampah dan tidak meninggalkan benda apapun.

‘’Wajib (membawa sampah turun). Agar tetap asri. Karena kalau wisata viral biasanya masalah di jejak sampahnya,” ujarnya. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#gunung pandan #Pemkab #mdmc #Wisata #SAR #pecinta alam #SEKAR #Basecamp #perhutani #bojonegoro #Pemdes #Potensi #Gondang #Muhammadiyah Disaster Management Center