BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Beberapa desa wisata yang memiliki pesona tengah hutan mulai mempersiapkan diri jelang libur nataru. Mulai dari membersihkan, memperbaiki fasilitas di objek wisata, juga memasang imbauan menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Seperti dilakukan pengurus desa wisata sumber air Grogolan di Desa Ngunut, Kecamatan Dander dan desa wisata Puthuk Kreweng di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam. Pada libur nataru desa wisata diprediksi bakal mengalami kenaikan jumlah pengunjung yang signifikan. Juga sejak beberapa tahun terakhir desa wisata menjadi alternatif bagi pengunjung di dalam maupun luar Bojonegoro.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Grogolan Nyai’in mengatakan, pengurus sudah mulai memeriksa kondisi fasilitas di Grogolan. Kemudian memperbaiki sarana yang mungkin ada kerusakan. Juga menyiapkan lahan parkir tambahan. Bahkan, di musim hujan ini memasang papan imbauan di setiap lokasi area tempat mandi.
Pengunjung wisata sumber air diprediksi meningkat dibandingkan hari-hari biasa. Namun, pihaknya belum bisa memastikan jumlah kenaikan pengunjung yang terjadi. Terlebih kondisi cuaca memengaruhi. ’’Beberapa hari terakhir sering tutup akibat hujan. Ketika hujan jarang pengunjung yang datang,” jelasnya.
Nyai'in mengatakan, pada hari biasa pengunjung wisata sumber air Grogolan sekitar 20 hingga 30 pengunjung. Namun, pada momentum tertentu meningkat signifikan. Seperti pada tahun baru pengunjung mencapai 1.000 orang.
Kepala Desa (Kades) Mojodelik, Kecamatan Gayam Yuntik Rahayu mengatakan wisata Puthuk Kreweng bakal buka pada libur nataru. Walau sebelumnya sempat tutup. Namun, pengurus tempat wisata di lahan Perhutani tersebut sudah mulai mempersiapkan diri dengan membersihkan fasilitas yang ada. ’’Saat ini, dikelola sepenuhnya oleh pokdarwis dan karang taruna, hanya di awal saya mendampingi,” ungkapnya.
Sementara itu, destinasi wisata kuliner yang selalu jadi primadona dengan suguhan panorama alam hutan Temayang juga tak boleh dilewatkan. Naik-turun jalan berkelok menjadi akses menuju warung tengah hutan itu.
Sajian menu khas sambel ikan segar dari Waduk Pacal. Yakni, Warung Mbak Sumi atau sering dikenal dengan Warung Semok menjadi tempat makan yang selalu dituju warga lokal maupun para pendatang.
Anam salah satu pengunjung Warung Semok mengatakan, warung di tengah hutan ini sangat recommended, terutama untuk masyarakat atau pengendara yang melalui jalan Bojonegoro-Nganjuk. Meski lokasinya cukup jauh dari kota, tepatnya di Dusun Tretes, Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang.
Tapi, dijamin pengunjung tidak akan kecewa karena memang sespesial itu. Warung Semok menyajikan aneka jenis nasi, diantaranya nasi putih, nasi tiwul, dan nasi jagung. Dengan aneka jenis ikan segar yang didapat langsung oleh para nelayan sekitar dari Waduk Pacal. Disajikan hangat dengan sambal ulek khas Warung Semok.
’’Menunya spesial, karena sangat sederhana seperti makanan rumahan. Selain itu, ikannya fresh langsung dari Waduk Pacal dan disajikan masih hangat,” ujarnya. Kemudian, sistem prasmanan juga menjadikan harga di warung tersebut cukup terjangkau.
’’Setiap hari selalu banyak pengunjung. Apalagi saat weekend dan hari libur begini. Baik pengunjung dari dari lokal Bojonegoro ataupun dari luar kota yang kebetulan melintas,” katanya. (irv/ewi/bgs)
Editor : Hakam Alghivari