Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bakso Pak Mus jadi Bakso Legendaris Bagi Anak Kos Bojonegoro dengan Harga Murah

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 26 November 2024 | 19:48 WIB
KULINER MURAH: Bakso Pak Mus di Makam Sedeng, Bojonegoro jadi idola anak kos atau pelajar, karena harganya sangat terjangkau. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
KULINER MURAH: Bakso Pak Mus di Makam Sedeng, Bojonegoro jadi idola anak kos atau pelajar, karena harganya sangat terjangkau. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di antara sekian banyak tempat kuliner di Bojonegoro, Warung Bakso Pak Mus di Jalan Dr. Soetomo, Gang Makam, Kepatihan telah menjadi legenda tersendiri bagi anak kos dan pelajar.

Dengan harga yang ramah di kantong, bakso ini berhasil menarik pelanggan setia sejak puluhan tahun lalu. Pak Mus, yang memiliki nama asli Mustofa, telah berdagang bakso sejak tahun 1982. Pada awalnya, ia menjajakan dagangannya secara berkeliling dengan harga Rp 200 per porsi, sudah termasuk minuman.

Pak Mus mengisahkan masa-masa awal ia berjualan keliling di Bojonegoro, ketika sebagian besar pelanggannya adalah warga sekitar dan para pelajar. Saat itu, usaha bakso kelilingnya menjadi salah satu pilihan makanan yang terjangkau dan mengenyangkan.

’’Sekitar tahun 1982 hingga 1984-an, saya sudah mulai jualan keliling. Waktu itu, seporsi harganya hanya Rp 200, dan sudah termasuk minuman,” kenang Pak Mus. Namun, seiring bertambahnya usia dan rasa lelah yang makin tak tertahankan, pada tahun 1996 Pak Mus memutuskan untuk menetap di satu lokasi, yaitu di dekat Makam Sedeng, Bojonegoro.

Meski posisinya agak terpencil atau “mblusuk,” lokasi baru ini ternyata tidak mengurangi jumlah pelanggan. Warung baksonya tetap ramai, dan pelanggannya tetap setia. Meskipun warung ini tidak berada di pusat keramaian.

’’Mulai tahun 1996 saya pindah di sini, harganya pun hanya Rp 2.000 sudah dapat semangkok bakso lengkap dengan minumannya. Saya juga sudah merasa capek kalau jualan keliling, soalnya sudah tua,” ungkap Pak Mus sambil tersenyum.

Salah satu daya tarik utama dari bakso Pak Mus adalah harganya yang terjangkau. Dengan cita rasa yang khas dan porsi yang cukup mengenyangkan, Bakso Pak Mus memenuhi selera para pelajar dan anak kos di Bojonegoro.

Meski harga bahan-bahan pokok naik dari tahun ke tahun, Pak Mus berusaha mempertahankan harga baksonya tetap murah. Hingga kini, semangkok bakso lengkap dengan es blewah hanya dibanderol Rp 6.000.

Harga ini tentu sangat bersahabat bagi anak-anak kos yang perlu berhemat, namun tetap ingin menikmati makanan enak dan mengenyangkan. Warung Bakso Pak Mus dikelola oleh Pak Mus dan istrinya tanpa melibatkan karyawan.

Setiap hari, mereka membuka warung pada pukul 11.00 WIB hingga menjelang Isya. Dalam sehari, Pak Mus menghabiskan sekitar 10 kilogram gorengan dan satu bak penuh pentol bakso. Dengan sistem kerja yang terbagi rapi, Pak Mus dan istrinya berhasil menjaga ritme pelayanan mereka.

Istrinya membantu menyiapkan gorengan dan minuman, sementara Pak Mus meracik bakso. ’’Ini sudah seperti sinkronisasi yang pas, seperti bakso dengan es blewah, saling melengkapi,” kata Pak Mus dengan senyum.

Meskipun Warung Bakso Pak Mus tidak memiliki tampilan mewah, cita rasa dan harga yang terjangkau membuatnya selalu diminati. Tidak heran jika warung ini dikenal sebagai tempat makan favorit para pelajar dan anak kos Bojonegoro. Pak Mus berhasil mengukir kisah kuliner yang melegenda, menjadikan bakso dengan harga murah dan rasa enak ini terus dikenang hingga kini. (fra/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#warung #warung bakso #pelajar #kuliner #usaha #bojonegoro #Usaha Bakso #anak kos #kepatihan #bakso