Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Auto Cuan, Pemuda asal Plesungan Sukses Budidaya Gecko dan Kura-Kura

Hakam Alghivari • Rabu, 20 November 2024 | 01:30 WIB

 

CUAN: Berril pamerkan peliharaan geckonya di rumah. Pemuda asal Desa Plesungan, Kecamatan Kapas itu juga memelihara kura-kura. (AHMAD NAWAF TIMYATI FANDAWAN/RADAR BOJONEGORO)   
CUAN: Berril pamerkan peliharaan geckonya di rumah. Pemuda asal Desa Plesungan, Kecamatan Kapas itu juga memelihara kura-kura. (AHMAD NAWAF TIMYATI FANDAWAN/RADAR BOJONEGORO)  

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kisah Berril Theo Yufandar dalam memanfaatkan hobinya yang kemudian diubah menjadi sebuah bisnis patut dicoba. Keberhasilannnya membuka usaha jual beli dan budidaya hewan reptil dengan nama Theoraptile menarik untuk diulas.

Pemuda asal Desa Plesungan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro ini bermula dari hobi memelihara hewan sejak SMP. Saat itu, dirinya memelihara hewan seperti ikan, anjing, dan kura-kura.

’’Kemudian sekitar 2007 itu mulai pelihara kura-kura. Nah, di situ mulai tertarik dan kepikiran membuat usaha hewan-hewan yang akhirnya jadi buka usaha reptil ini,” ungkapnya. Dalam usahanya itu, Berril lebih fokus pada budidaya serta jual beli gecko dan kura-kura.

Baik itu di kura-kura darat maupun air. Menurutnya, memelihara hewan khususnya gecko dan kura-kura cenderung tidak terlalu sulit. Karena perawatan gecko hanya perlu memberi makan cukup dua kali dalam sehari dan tidak perlu dijemur. Cukup dibersihkan kandangnya dan diganti untuk minum.

Seandainya, tidak mampu kasih makan dengan jangka waktu satu minggu masih aman. Karena yang terpenting masih terdapat air minumnya. Selain itu, mengenai perawatan kura-kura relatif sama dengan pemeliharaan gecko.

Bedanya kura-kura hanya perlu untuk dijemur dan harus menyediakan tempat untuk berjemur yang mana kura-kura darat cukup dijemur dan sesekali direndam selama 15 menit setiap pagi.

Dan, untuk kura-kura air harus disediakan kolam untuknya berenang dan daratan untuk berjemur.

Mengenai jenis yang berada di usaha tersebut terdapat beberapa jenis varian mulai dari Leopard Gecko, kura-kura darat sulcata, kura-kura air Brazil albino, hingga iguana jenis rhinoceros iguana.

Mengenai tantangan dalam membudidayakan dan merawat hewan-hewan tersebut Berril mengaku, kerap mengalami beberapa masalah dan tantangan. Seperti cuaca yang tidak stabil bisa menjadi problem yang kerap dihadapinya.

’’Ya mungkin karena cuaca hujan panas membuat kura-kura sakit, kalau penanganannya telat bisa menyebabkan kematian, kalau kematian kan juga jadi rugi,” tandasnya Dalam promosinya sendiri, biasanya ia kerap pasarkan melalui online. Mulai dari aplikasi jasa lelang hingga berbagai macam e-commerce.

Saat ini, ia mampu kirim hingga hampir seluruh pulau Indonesia. Selain itu, dalam penjualannya sendiri setiap jenis hewan reptil memikiki marketnya sendiri yang biasanya dibeli khususnya oleh kolektor dan pecinta hewan reptil.

Mengenai harga jualnya biasanya dijual paling murah yakni gecko jenis leopard dengan harga Rp 50.000-an hingga paling mahal bisa sampai Rp 10 juta sampai Rp15 juta. Untuk harganya sendiri bisa makin naik lagi. Jika hewan tersebut sudah pernah mendapatkan piagam lomba atau sudah memenangkan lomba. (fra/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#perawatan #kolektor #kura kura #hewan reptil #Rhinoceros Iguana #Gecko #budidaya #Bisnis #usaha #e commerce #Theoraptile #Memelihara #Hobi #darat #jual beli #Online #problem #iguana #Pemeliharaan