RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dalam proses membudidayakan tanaman pasti harus melalui berbagai macam proses yang panjang untuk menciptakan keberhasilan dalam budidayanya.
Hal ini seperti yang dilakukan oleh Dimas Tri Prabowo. Pemuda asal Desa Babad, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro itu berhasil membudidayakan Apel Putsa. Apel Pusta atau biasa juga disebut Apel India ini memiliki tekstur buah yang renyah, berair, dan tanpa rasa kecut.
Bentuk buah yang hampir mirip apel malang tersebut memiliki ciri khas tersendiri mengenai rasanya yang membuat Apel Putsa ini banyak diminati oleh orang-orang. Berawal dari hobinya menanam tanaman pada 2017, Dimas menemukan informasi mengenai apel yang bisa ditanam di dataran rendah yakni Apel Putsa tersebut.
Bermodalkan hobi dan melihat YouTube, Dimas bertekad membeli dua bibit Apel Putsa dan berhasil membudidayakan bibit apel tersebut. ’’Awalnya ya beli dua bibit, akhirnya terus bisa panen jarak 3 bulan bisa panen buahnya, saya konsisten buat merawatnya kok ternyata buahnya rasanya enak,” ungkapnya.
Dalam budidaya apel tersebut, Dimas berhasil mendapatkan keuntungan di mana dalam pohon apel bisa menghasilkan buah Apel Putsa sekitar ratusan kilogram per pohon. Dan, biasanya dijual Rp 35.000 per kilogram.
Budidaya Apel Putsa sendiri masih tergolong gampang dalam penyuburannya. Dimas mengaku hanya kesulitan dalam perawatannya daripada penyuburannya. Di mana Apel Putsa sendiri semakin subur membuat pohon semakin tinggi semakin sulit juga dalam perawatannya maka dari itu terdapat tantangan tersendiri mengenai perawatannya.
Setiap Apel Putsa berbuah harus mengurangi buah dan tidak boleh terlalu banyak buahnya agar buah apelnya memiliki besar yang sama, pembungkusan juga harus selalu diperhatikan agar buah aman dari sengatan lalat buah.
Kemudian menjaga buah agar tidak pecah. Karena akibat kebanyakan air, buah bisa pecah-pecah. Selain itu, penanaman di tanah sendiri memiliki berbagai kekurangan di mana dengan media penanaman tanah akan sulit berbuah.
Apalagi jika musim penghujan pohonnya tidak bisa berbuah, maka dengan itu penggunaan media pot menjadi salah satu cara agar bisa menghasilkan buah apel yang berkualitas dan enak.
Selain itu, apel juga bisa menggunakan media greenhouse agar kualitasnya semakin bagus lagi. ’’Kalau pohon itu terlalu tinggi buahnya tidak bisa dibungkus. Soalnya, apel itu kalau berbuah banyak dan harus langsung dibungkus. Setiap buah sebesar jempolan tangan harus dibungkus. Satu pohon itu biasanya bisa ratusan kilo kalau berbuah. Tapi gitu tenaga untuk membungkusnya tidak ada jadi. Akhirnya, terkena lalat buah dan akhirnya gagal panen, itu juga salah satu faktor yang membuat budidaya Apel Putsa ini sempat redup ini,” bebernya.
Namun, saat mengalami proses redup dalan budidaya Apel Putsa, Dimas sampai saat ini masih melakukan progres dalam pengembangan budidaya Apel Putsa lagi. Yakni, dengan menanam indukan pohon dengan media pot agar bisa mengaktifkan lagi budidaya Apel Putsa tersebut.
’’Ini kan saya tetap kembangkan Apel Putsa lagi, kami coba enam pot ini apakah peminat buahnya masih sama seperti dulu, ini saya coba maksimalkan pertumbuhan pohon apel indukan ini terlebih dahulu,” tuturnya
Selain menjual dan membudidaya buah Apel Putsa, Dimas juga masih aktif dalam menjual bibit Apel Putsa dan sudah berhasil dijual hingga luar Pulau Jawa. (naw/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana