RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Wisata air Tirta Arum di Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, Bojonegoro memiliki daya tarik. Pengunjung tak hanya sekadar bisa berendam, namun juga bisa nongkrong atau ngopi di tepian kolam dengan menikmati kesejukan alam sekitar.
Namun, dengan kejernihan air sumber tersebut tidak membuat wisata air ini ramai pengunjung. Bahkan, sekarang berakhir mangkrak dan butuh perawatan. Joko salah satu warga setempat dan menjadi salah satu yang mengurus wisata air Tirta Arum ini menjelaskan, bahwa sepinya wisata ini disebabkan tidak adanya kelompok yang mengelola.
Berawal ketika bubarnya kelompok sadar wisata (pokdarwis). ’’Soalnya, kan pokdarwis juga sudah bubar, karena masa kerjanya ya lima tahun. Jadi, sekarang tidak aktif dan tidak ada tim yang mengelola,” ungkapnya
Wisata air ini juga dahulu sempat melejit dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung untuk bermain air di sini dengan menikmati wahana perahu bebek. Namun, dikarenakan kolam yang kecil dan besarnya wahana perahu bebek tersebut menyebabkan perahu bebek bocor.
Akibat seringnya terjadi benturan dan wisata ini mulai sepi pengunjung setelah adanya wabah Pandemi Covid-19 sampai saat ini.
Selain itu, Wanto yang juga merupakan salah satu relawan pemuda peduli lingkungan dan yang mengurus wisata air Tirta Arum saat ini juga berbicara mengenai rencana ke depannya untuk wisata ini.
Yakni, dengan menunggu pembentukan tim pengelola wisata tersebut dikarenakan susahnya administrasi kepengurusan membuat para relawan peduli lingkungan ini kesusahan untuk melanjutkan untuk pengelolaan wisata.
’’Sebenarnya ada rencana untuk pembentukan tim. Kemarin kami juga koordinasi dengan kepala desa kalau kami ingin membentuk tim kepengurusan Tirta Arum dan sampai sekarang juga belum ada kabar,” jelas Wanto
Masalah lain mengenai penyebab sepinya wisata ini juga disebabkan kurangnya penataan-penataan fasilitas dan juga wahana serta fasilitasnya kurang. Saat ini, wisata air Tirta Arum tidak ada pengelolaan lebih lanjut dan hanya dinikmati warga sekitar. Khususnya, anak-anak untuk bermain air. (naw/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana