Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Menengok Perawatan Bonsai dari Beragam Tanaman, Asam Jawa Diyakini Miliki Nilai Mistis

Hakam Alghivari • Senin, 4 Maret 2024 | 00:15 WIB
TELATEN: Kayan Sudekar saat merawat salah satu bonsai di pekarangan rumahnya. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
TELATEN: Kayan Sudekar saat merawat salah satu bonsai di pekarangan rumahnya. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

LAMONGAN, Radar Lamongan - Kayan Sudekar menyulap pekarangan depan rumahnya di Kelurahan Tumenggungan, Kecamatan Lamongan berukuran 6 meter x 2,5 meter menjadi lahan produktif. Beberapa pot tetata rapi dengan dihiasi tiga jenis bonsai, yakni tanaman asam Jawa, beringin, dan serut. Usia bonsai ini bervariasi antara dua tahun hingga 20 tahun.

Nilai seni menjadi alasan banyak orang menggandrungi tanaman yang dikerdilkan ini. Kayan, sapaan akrabnya mengaku sudah sepuluh tahun belakangan menggemari bonsai. Berawal belajar dari temannya, dia akhirnya membudidayakan sendiri di depan rumahnya.

‘’Saya tekuni, dari bibit, jadi mulai dibentuk badannya,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, Sabtu (2/3).

Kayan menjelaskan, rerata tanamannya dikembangkan dari biji, guna mempermudah dalam pembentukan tanaman. Dia memberikan contoh tanaman asam Jawa yakni biji direndam terlebih dulu. Kemudian dimasukkan ke dalam tanah, serta setelah tumbuh tunasnya dipindah ke pot.

‘’Jadi umur empat bulan hingga lima bulan baru mulai dibentuk menggunakan kawat,’’ ujar bapak 57 tahun ini.

Kayan menuturkan, saat membentuk batang tanaman serut harus hati-hati dan telaten. Sebab jika batang dan kulitnya patah, maka batang tersebut bisa mati. Dia awalnya membudidayakan tanaman asam Jawa, hingga selanjutnya merambah ke tanaman serut. ‘’Tapi tanaman asam Jawa jika dimodifikasi lebih lentur,’’ imbuhnya.

Kayan menunjukkan salah satu bonsai miliknya berumur sekitar 20 tahun pernah ditawar Rp 3 juta. Sedangkan, untuk tanaman asam Jawa dan serut berumur dua tahun berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu. ‘’Lihat bentuknya,’’ katanya.

Seperti diketahui, tanaman asam Jawa menjadi salah satu tanaman angker. Pohon dengan nama latin tamarindus indica tersebut dianggap memiliki nilai mistis. Heny, istri Kayan mengakui, banyak orang mencari tanaman asam karena nilai mistisnya.

‘’Pernah meng-upload di sosial media, kemudian ada netizen yang bertanya dan minta fotokan malam hari, dan mengatakan bahwa bonsai asam Jawa itu berbeda dengan yang biasanya,’’ katanya. (sip/ind)

Editor : Hakam Alghivari
#Bonsai #tanaman #produktif #asam jawa #lamongan