Tanaman sacha inchi mulai dikembangkan di Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari. Minyak dari tumbuhan merambat ini dipercaya kaya omega. Memiliki beragam manfaat untuk kesehatan tubuh manusia. Terutama, untuk penanganan stunting.
DEWI SAFITRI, Radar Bojonegoro
TUMBUHAN itu tampak menjalar di pekarangan rumah warga Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari. Tanaman berkembang mengikuti lanjaranitu membuahkan biji-biji menyerupai bunga, dengan empat hingga lima kelopak sebelum dikupas. Setiap kelopak memiliki sebutir biji sacha inchi.
Biji-biji itu telah diolah menjadi kapsul sacha ichi terkemas rapi dalam setiap botol kaca. Dalam botol bertuliskan Srigati, biji sacha inchi diolah menjadi minyak kaya akan omega nabati. ‘’Srigati sendiri dari kata Sari Omega Nabati,’’ ujar Kepala Desa Tinumpuk Khosim.
Dia menceritakan, bibit sacha inchi berasal dari Wonogiri. Saat ini sekitar 10 warga Desa Tinumpuk sudah menanamnya di perkarangan rumahnya. Penanaman tumbuhan menjalar ini cukup mudah, tidak menggunakan bahan atau obat kimia. Terpenting adalah pelanjarannya, mengingat tumbuhan sacha inchi ini merambat. Dalam waktu sekitar enam bulan, sacha inchi sudah berbunga. Kemudian, tiga bulan berikutnya sudah berbuah. Untuk proses panennya bertahap.
Proses panen sacha inchi bisa dilakukan setiap hari. Jadi, dipilih yang sudah siap panen, diambil dan dikumpulkan terlebih dulu. Sambil menunggu biji yang masih hijau menjadi tua. Setelah terkumpul cukup banyak, baru dikupas dan dijual.
Pada panen pertama, dapat terkumpul sekitar 84 kilogram (kg) dengan harga Rp 25 ribu per kg untuk biji sudah terkupas. Sedangkan, untuk biji belum belum terkupas hanya kisaran Rp 10 ribu per kg.
‘’Sacha inchi dikembangkan di Desa Tinumpuk ini sesuai dengan program ketahanan pangan. Yakni, penanganan stunting. Mengingat oil ini kaya akan omega,’’ papar kades yang berlatar belakang perawat itu.
Khosim menyampaikan, sementara masih menjual hasil tanaman sacha inchi dalam bentuk barang mentah. Hasil panen dari pekarangan masyarakat setelah ditampung, dikirim ke Wonogiri untuk pengolahan lebih lanjut. Setelah menjadi dalam bentuk produk oil, dibeli kembali dan di kemas oleh tim pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK) Desa Tinumpuk.
‘’Di sini hanya pengemasan. Karena untuk alat penggilingan menjadi oil tersebut didatangkan dari Korea. Jadi, kami bekerja sama dengan PT Wonogiri,’’ tambahnya.
Minyak sacha inchi mengandung omega 3 sebesar 46 persen, 37 persen omega 6, dan 9 persen omega 9. Menurut Khosim, asupan omega 3 dan omega 6 sangat penting bagi manusia karena tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Minyak sacha inchi ini mengandung lemak positif tak jenuh ganda (DLH) yang efektif mengurangi lemak negative (kolestrol jahat) di tubuh manusia.
‘’Untuk rasa tidak boleh diubah, jadi masih original. Sedangkan, untuk uji klinisnya ini untuk anak stunting. Dalam 1 bulan ada kenaikan 8 ons apabila mengkonsumsi minyak sancha inchi. Selain itu, bisa untuk makanan pendamping air susu ibu (Mpasi),’’ pungkasnya. (*/msu)
Editor : Hakam Alghivari