Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Menengok Budidaya Tanaman Kaktus, Jika Terserang Kutu Sisik harus Dipisah

Hakam Alghivari • Minggu, 7 Januari 2024 | 18:43 WIB
TELATEN: Salah satunya pembudidaya kaktus asal Kelurahan Sukomulyo, Maizir Faisol saat menunjukkan beberapa jenis tanaman di rumahnya. ( ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
TELATEN: Salah satunya pembudidaya kaktus asal Kelurahan Sukomulyo, Maizir Faisol saat menunjukkan beberapa jenis tanaman di rumahnya. ( ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

LAMONGAN, Radar Lamongan - Kaktus populer sebagai penghias dalam ruangan. Tanaman yang tahan dengan kondisi minim air ini, memiliki penggemar setia karena keunikannya. Salah satunya pembudidaya kaktus asal Kelurahan Sukomulyo, Maizir Faisol yang memiliki puluhan kaktus hias di rumahnya.

‘’Kaktus ini tidak semua orang suka, tapi saya suka uniknya,’’ tutur Faisol, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (6/1).

Awalnya, Faisol mulai menanam kaktus dibantu istrinya yang juga sebagai penjual bunga. Selanjutnya, dia membeli kaktus via online, serta beberapa kali melakukan percobaan. Menurut dia, menanam kaktus cukup mudah, terpenting bisa mengatur kelembaban dari media tanam.  

‘’Tidak boleh terlalu lembab dan basah untuk penanamannya,’’ ucap pria berusia 51 tahun ini.

Faisol menggunakan tida jenis media tanam, yakni pasir malang, sekam bakar, dan tanah. Penyiraman hanya dilakukan dua kali dalam seminggu, serta pemberian pupuk dan vitamin B1 satu bulan sekali. Tujuannya untuk menjaga kesuburan.

‘’Kendalanya juga dipenyakit kutu sisik,’’ terang Faisol.

Penyakit tersebut membuat kaktus bisa mati kering. Faisol menyarankan, ketika ada kaktus yang terkena kutu sisik, harus langsung dipisahkan dengan tanaman lainnya.

‘’Jadi perlu diisolasi dan kutu sisik yang menempel diambili menggunakan tusuk gigi,’’ katanya.

Faisol memiliki 30 jenis kaktus hias dengan bentuk bermacam-macam. Dia juga mengembangbiakkan kaktus, dengan cara mengambil anakan. Kemudian diangin-anginkan sehari semalam. Sebab, biasanya jika langsung ditanam dikhawatirkan langsung busuk. Setelah anakan kaktus kering ditaruh pada media tanam lembab.

‘’Untuk budidaya kaktus lokal lebih mudah, jika dibandingkan kaktus impor,’’ ujarnya.

Harga kaktus berkisar antara Rp 10 ribu sampai Rp 30 ribu, yang tergantung dari ukuran dan jenisnya. ‘’Agak mahal jenis impor,’’ pungkasnya. (sip/ind)

Editor : Hakam Alghivari
#penggemar #Hiasan #unik #Pembudidaya #tanaman #kaktus #lamongan