LAMONGAN, Radar Lamongan – Ukuran bodi burung ini hanya sebesar ibu jari tangan orang dewasa. Tapi jangan salah, kicauan burung sogok ontong berani diadu dengan burung lain.
Burung bertubuh mini ini mampu mengeluarkan suara melengking dan banyak variasinya. Itu menjadi salah satu daya pikat, yang dimiliki burung yang juga dinamai burung sogon ini.
Burung sogon merupakan burung pemakan nektar. Ciri khas burung ini, ketika berkicau sambil mengepakkan sayapnya. Seperti halnya burung sogon milik Sumartono, warga Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Lamongan.
Pria yang akrab disapa Anton ini mulai memelihara burung sogon sejak Tahun 2016. Dia menilai, sogon merupakan burung fighter (petarung) dan memiliki keunikan ketika berkicau.
‘’Kita menikmati suaranya dari sana,’’ ujar pria berusia 45 tahun ini.
Dia mengatakan, perawatan burung sogon berbeda dengan burung lainnya, yang perlu memperhatikan karakter burung. Kalau pagi burung sogon harus diembunkan sekitar pukul 05.00 WIB, yang selanjutnya dijemur.
Anton memiliki dua cara penjemuran. Pertama penjemuran sauna yakni burung dijemur dengan menggunakan kerodong (penutup sangkar).
‘’Sauna itu dijemur dengan kerodong, sekitar 30 menit sampai satu jam. Waktunya antara jam 9 sampai jam 10,’’ ujar bapak dua anak ini.
Penjemuran sauna bisa meningkatkan birahi dan meningkatkan stamina sekaligus bisa stabil. Menurut dia, saat burung dijemur dengan kerodong lebih bisa istirahat maksimal, dan tidak aktif dalam sangkar.
‘’Penjemuran bisa maksimal,’’ katanya.
Kedua penjemuran diablak atau tanpa kerodong. Kegunaannya bisa meningkatkan kesehatan. Penjemuran ini tergantung dari pemilik burung, yang mengetahui kekurangan dari burungnya. Misal kurang gereget bisa dengan sistem jemur sauna, namun jika biasa pakai jemur tanpa kerodong.
‘’Jika kurang bertenaga bisa diumbar, dengan kadang panjang umbaran tiga meter panjangnya,’’ imbuhnya.
Anton biasa memberikan tiga tempat di sangkar yakni tempat air minus, nektar, dan vitamin. Agar tidak monoton, dia biasa memberikan makan makanan tambahan berupa kroto dan ulat kandang.
‘’Agar gacor banget, itu diperhatikan perawatan hariannya,’’ katanya.
Anton memiliki trik dalam menghadapi perlombaan. Yakni memberikan tambahan vitamin gula dan kroto atau ulat kandang, yang disesuaikan dengan selera burung sogon.
‘’Burung diistirahatkan tiga hari sebelum lomba,’’ ucapnya.
Istirahat di sini maksudnya, sangkar selalu diberikan kerodong. Anton membuka ketika menjemur selama 30 menit. Untuk melatih burung bisa ditandingkan dengan burung lain.
Namun, terpenting jam terbang dari burung sogon di gantangan. Sebab, terkadang burung sogon gacor saat di rumah, tapi melempem saat sedang gantangan.
‘’Makanya dilatih dalam gantangan dan menambah jam terbang,’’ ujarnya.
Dia mengaku salah satu burungnya yang bernama rebonding, sudah pernah ditawar sekitar Rp 15 juta. Namun, Anton masih sayang dan belum ingin melepas burung tersebut.
‘’Harganya mahal ini karena suaranya stabil dan sering juara,’’ pungkasnya. (sip/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana