Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Berburu Kehangatan Wedang Ronde Menjelang Sore di PEM Akamigas dan PPSDM Migas Cepu

Muhammad Suaeb • Minggu, 27 Agustus 2023 | 02:30 WIB
MENGHANGATKAN: Rukmini dengan cekatan menyiapkan satu mangkuk wedang ronde kepada pelanggan. Kudapan ini cocok untuk menghangatkan tubuh saat malam. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
MENGHANGATKAN: Rukmini dengan cekatan menyiapkan satu mangkuk wedang ronde kepada pelanggan. Kudapan ini cocok untuk menghangatkan tubuh saat malam. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)

BLORA, Radar Bojonegoro – Kuah wedang beraroma jahe rempah menusuk hidung. Rukmini tampak cekatan menaruh toping hingga tersuguh satu porsi wedang ronde. Perpaduan campuran kacang yang gurih dan wedang jahe mampu menghangatkan tubuh saat malam tiba.

Biasanya, perempuan paruh baya itu menjajakan dagangannya saat menjelang sore hingga malam tiba. Satu persatu pembeli berdatangan mulai dari warga lokal hingga pelajar dan mahasiswa luar daerah yang menempuh pendidikan di PEM Akamigas dan PPSDM Migas Cepu.

Dengan gerobak dorongnya, ia berjualan tak jauh dari Asrama PEM Akamigas di Jalan Ngareng Kecamatan Cepu. Banyak mahasiswa PEM nongkrong dan membeli wedang buatannya.

"Ya,selain warga yang beli, mahasiswa pem biasanya juga beli," ungkapnya.

Rukmini mengaku agak kesulitan saat melayani para mahasiswa yang membeli wedang rondenya. Sebab, tidak begitu cakap menggunakan bahasa Indonesia. Sementara para mahasiswa dari berbagai daerah, berkomunikasi dengan bahasa indonesia.

"Bahasa sing gampang-gampang nggih saget, nggih nate divideo terose damel sekolah (Bhasa yang mudah-midah saya bisa, juga pernah divodeo katanya untuk tugas sekolah)," ujarnya.

Wedang ronde yang dibuatnya bertabur kolang kaling, kacang, dan irisan roti berbentuk kotak-kotak kecil. Saat wedang masuk dalam tenggorokan, rasa hangat menjalar. Ia berjualan sejak pindah dari Jogjakarta, pengalaman berjualan wedang di Kota Istimewa itu kemudian diterapkan di tempat kelahirannya.

"Kalau dihitung sudah lama berjualan wedang disini, sekitar 10 an tahun," ungkapnya warga asal Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu ini.

Mulai menjelang petang hingg sekitar pukul 22.00, Rukmini biasanya mampu menjual 70 hingga 80 porsi wedang ronde. Jumlah tersebut dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

"Alhamdulillah penjualan lancar, cukup untuk kebutuhan sehari-harinya," terangnya.

Selama berjualan, Rukmini dibantu suaminya, terutama saat mendorong gerobak dan mempersiapkan toping-toping wedang. Semua yang tersuguh dalam mangkuk wedang rondenya cukup murah dikantong terutama kantong pelajar. Satu mangkoknya dihargai Rp 6000. (luk/msu)

Editor : M. Yusuf Purwanto
#jahe #Malam Hari #rempah #menghangatkan tubuh #Nongkrong #wedang ronde