LAMONGAN, Radar Lamongan - Vertikal garden menjadi salah satu opsi jika ingin menanam bunga di lahan rumah sempit. Seperti halnya yang dilakukan Mifti Fatoni.
Di teras rumahnya berukuran 5 x 5 meter dihiasi berbagai macam anggrek, yang disusun vertikal dengan dasar kayu yang ditata rapi. Selain lebih estetik, juga menjadi solusi lahan pekarangan yang sempit.
‘’Alasan membuat vertical garden, disesuaikan dengan posisi denah rumah, kemudian pilih anggrek karena suka,’’ tutur Toni, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.
Pria 36 tahun ini tertarik pada tanaman sekitar 10 tahun lalu. Namun, ide membuat taman vertikal muncul baru-baru ini, yakni referensi dari internet.
‘’Modalnya ini kurang lebih Rp 8 juta, membuatnya butuh waktu enam bulanan,’’ ujar pria asal Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Lamongan ini.
Toni menjelaskan, dasar pada tempelan anggrek ini menggunakan batang pohon jati kecil yang ditata sejajar. Selanjutnya diberikan anggrek dengan media sabut kelapa.
Di tamannya ditumbuhi sekitar 150 tanaman anggrek dari berbagai jenis.
Di antaranya dendrobium, anggrek vanda, simbar menjangan, anggrek bulan, anggrek vanda merah, dendrobium hibiki, dendrobium diamond, anggrek chan, anggrek flickingeria, anggrek bulbophyllum biflorum, anggrek eria retusa, hoya mayor, hoya nummularia, dan anggrek hantu.
‘’Setiap jenis saya beri tiga tanaman, jadi ketika mati masih ada dua,’’ katanya.
Bapak dua anak ini biasanya membeli anggrek dari marketplace. Awalnya, tanamannya banyak yang mati, karena dia minim pengetahuan.
Setelah itu, dia mencari cara agar meminimalisasi agar anggrek tidak mudah mati.
Barulah dia mendapatkan pengetahuan pembuatan pupuk dari cangkang telur. Dia mendapatkan cangkang telur dari pasar, yang selanjutnya direbus dan direndam hingga dingin. Air terbut disiramkan ke tanaman anggrek yang mati.
‘’Disiram satu hari dua kali, kenyataannya berhasil dan tumbuh hidup, namun itu butuh proses untuk tanaman tumbuh kembali,’’ imbuhnya.
Toni menyiram anggreknya dua hari sekali agar tidak terjadi pembusukan, tapi juga harus dipertimbangkan cuacanya juga. ‘’Perlu dipupuk juga, satu bulan sekali,’’ ujarnya.
Selain anggrek, Toni juga tertarik pada tanaman lainnya. Seperti tanaman hoya mayor dan anggrek hantu.
Dia meyakini jika anggrek hantu ini bisa membentengi rumahnya dari hal ghoib. ‘’Anggrek hantu gunanya tolak santet,’’ kliam dia. (sip/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana