RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Jelang lebaran perajin bambu asal Ngawen banjir orderan. Mayoritas pesanan anyaman adalah untuk tempat parsel lebaran. Pesanan sudah mencapai 10 ribu lebih. Anyaman tersebut dibuat oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Barokah Bambu di Desa Kedungsatriyan, Kecamatan Ngawen, Blora.
Ketua KTH Barokah Bambu, Dian Agus Yulianto menyampaikan bahwa sudah kegiatan sudah berjalan sejak 2020. Meskipun ekonomi lesu, namun permintaan anyaman mengalami lonjakan dibanding tahun sebelumnya. Biasanya hanya 4 Sampai 5 ribu picis.
"Alhamdulillah tahun ini luar biasa bisa mencapai hampir 10 ribuan picis," tuturnya.
Pelanggannya tidak hanya menerima pesanan dari Blora. Namun juga dari luar daerah seperti Sukoharjo, Jambi, NTT, Sumatera, Jakarta, Grobogan, Kudus, dan Pati.
"Pemasaran kita melalui media sosial dan terimakasih peran temen teman wartawan juga selalu membantu meliput," tuturnya.
Harga anyaman bervariasi tergantung jenis dan ukurannya. Ukuran kecil harga mulai Rp6.000 hingga Rp10.000, dan untuk yang besar Rp15.000 hingga Rp20.000.
Dalam proses pembuatan satu produk membutuhkan waktu 15 sampai 30 menit. Tergantung besar kecilnya produk. Pengerjaannya melibatkan warga sekitar.
"Untuk keterlibatan kami dengan warga sekitar kisaran 35 pekerjaan,"
Bahan baku mudah didapatkan, yakni dari lingkungan sekitar. Pihaknya juga di dampingi oleh Dinas Kehutanan untuk penanaman Bambu ulang.
"Pakai Bambu Apus, untuk kualitas kita lebih rapi dan kuat,"
Ia menambahkan untuk pelanggan baru di himbau untuk memesan sebelum ramadhan dan untuk sudah pihaknya sudah close order.
"Tahun ini pelanggan tiga bulan sebelum Ramadan sudah memesan, karena ketika Ramadhan kita sudah fokus pengerjaan dan pengiriman,"
Untuk per harinya pengiriman mencapai 400 sampai 500 picis tergantung nanti pelanggan mintanya kirim berapa. (ozi/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana