RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - ‘Nyawiji mBangun Blora, Akur Makmur Misuwur’ jadi tema Peringatan Hari Jadi ke-276 Kabupaten Blora. Bupati Blora, Arief Rohman mengatakan, peringatan ini sebagai refleksi sejarah panjang Kabupaten Blora, serta sekaligus meneguhkan komitmen dalam membangun masa depan Blora.
Menurutnya, saat ini Blora telah menunjukkan jati dirinya sebagai daerah yang terus bergerak maju, terus berbenah, dan terus tumbuh menjadi kabupaten yang lebih kuat serta lebih sejahtera.
“Tema yang kami usung tahun ini, Nyawiji berarti bersatu, menyatukan tekad, dan bekerja bersama, yang menggambarkan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat. mBangun Blora, artinya membangun Kabupaten Blora dalam seluruh aspek, mulai pemerintahan, ekonomi, sosial, hingga budaya,” terang Bupati Arief. “Akur, maknanya rukun, selaras, dan harmonis. Semua pihak hidup berdampingan dan menjunjung tinggi toleransi dan makmur, berarti sejahtera, baik secara ekonomi, sosial, maupun kualitas hidup masyarakat,” imbuhnya
Kemudian, misuwur maknanya terkenal, harum namanya, dan diakui luas. Menggambarkan harapan agar Blora semakin dikenal dengan segala potensinya.
Bupati Arief menjelaskan, secara garis besar tema tersebut artinya bersatu bersama-sama bergandengan tangan untuk mewujudkan Blora yang terus berkembang secara berkelanjutan, hidup dalam suasana damai dan rukun, serta menuju masyarakat yang semakin sejahtera serta dikenal luas melalui beragam potensi unggulannya.
“Tema ini selaras dengan arah pembangunan yang kita jalankan memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kualitas infrastruktur, memperluas lapangan kerja, memberdayakan UMKM dan ekonomi kreatif, memajukan pendidikan dan kesehatan, serta menjaga kelestarian alam dan kebudayaan Blora,” ucap Bupati Arief.
Lebih lanjut, Bupati Arief menjelaskan, berbagai capaian pembangunan telah diraih berkat kerja keras dan sinergi bersama. Namun pihaknya menyadari masih terdapat banyak pekerjaan rumah seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, percepatan pemerataan pembangunan, dan penguatan ekonomi daerah.
“Untuk itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk cegah perpecahan, jaga harmoni, dan pererat gotong royong sebagai warisan luhur budaya Jawa yang menjadi roh kehidupan masyarakat Blora,” tandasnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana