Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Warna-Warna Lukisan Gunakan Angkak Hiasi Galeri Blora Creative Space

Rahul Oscarra Duta • Rabu, 10 Desember 2025 | 16:00 WIB
SERIUS MENGAMATI: Sejumlah mahasiswa IAI Khozinatul Ulum saat menikmati karya seni Punky Adi Sulistyo.
SERIUS MENGAMATI: Sejumlah mahasiswa IAI Khozinatul Ulum saat menikmati karya seni Punky Adi Sulistyo.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Beberapa lukisan abstrak terpajang rapi di gedung Blora Creative Space (BCS), kemarin (9/12). Tampak sejumlah mahasiswa IAI Khozinatul Ulum menikmati guratan lukis dengan pewarna angkak (pewarna alami) dan yodium obat luka di atas kertas karya Punky Adi Sulistyo.

Bagi mereka ini momentum langka. Sebab pameran acapkali identik dengan kota-kota besar. Sementara di Blora nyaris tak pernah terdengar. Satu di antara pengunjung itu Vina. Dia bersama rombongan mengunjungi pameran karena tertarik dan penasaran.

‘’Pameran ini kan gak ada terus-menerus. Jarang,’’ katanya.

Menurutnya, lukisan-lukisan karya Punky itu bagus. Sebab dalam karya-karya itu dianggapnya menyimpan cerita, yang dia interpretasikan cerita kehidupan masa lalu.

‘’Menurut saya lukisannya bagus. Ada cerita di dalam lukisan. Memendam cerita,’’ tambahnya.

Selain itu lukisan-lukisan itu dia anggap memiliki ciri khas. Jenis lukisan yang jarang dia temui. Sebab warnanya minimalis dan terkesan abstrak. ‘’Menarik lagi lukisannya khas banget. Jarang lihat model lukisan seperti ini,’’ tuturnya.

Punky Adi Sulistyo menyebut ada 50 lukisan yang dipamerkan. Karya yang diciptakannya selama 2025 dengan berbagai tema. ‘’Pameran itu seperti menunjukkan anak yang baru lahir ke orang lain. Suka citanya di sana,’’ katanya.

Dari lukisan-lukisan yang dipajang tak satu pun menggunakan media kanvas. Layaknya lukisan konvensional, dia justru memilih kertas walpaper bekas.

‘’Sebagian besar dari kertas, dari bahan walpaper bekas. Yang patung juga barang bekas. Instalasi juga dari bekas,’’ tuturnya.

Hal itu bukan tanpa alasan, bagi dia, jika pelukis selalu fokus pada media yang mengharuskan kanvas, maka itu justru menghambat. Sebab orang harus beli kanvas terlebih dahulu.

‘’Kalau saya nuruti pemahaman konvensional, saya gak akan segera berkarya. Karena harus ini, itu. Jadi saya pikir, kalau saya pakai kertas dan barang hasil ambil rongsok justru memiliki nilai karena bisa bercerita sesuatu,’’ imbuhnya.

Hal lain yang juga unik adalah penggunaan angkak sebagai pewarna. Bukan cat akrilik atau cat minyak, sebagaimana lukisan konvensional. ‘’Menyenangkan, jadi ini semua bukan pakai warna konvensional. Hampir semua pakai angkak, ini yang dipakai tukang mebel jaman dahulu,’’ jelasnya.

Dia mengakui ini sebuah ketidaksengajaan yang menghasilkan hal baru. Misalnya untuk mendapatkan warna merah dia memakai angkak dan yodium obat luka.

‘’Warna merah ini dari angkak dan yodium obat luka, tetapi tetap saya campur air,’’ terangnya sambil menunjuk salah satu lukisan berwarna merah. (hul/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Pameran #Blora Creative Space #lukisan abstrak #Abstrak #angkak #kertas #walpaper #yodium #pewarna alami #bcs #obat luka #Lukisan #cerita ac di masa depan