Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Berbagai Kegiatan Semarakkan Hari Santri Nasional di Bojonegoro

Yana Dwi Kurniya Wati • Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:15 WIB
KHATAMAN ALQURAN: Kiai dan santri sedang khataman alquran di kantor PCNU Bojonegoro salah satu rangkaian dalam peringatan HSN 2025.
KHATAMAN ALQURAN: Kiai dan santri sedang khataman alquran di kantor PCNU Bojonegoro salah satu rangkaian dalam peringatan HSN 2025.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - HSN diperingati sebagai hari bersejarah para santri. Dirayakan dengan berbagai kegiatan. Dari istighosah hingga berbagai perlombaan.

PCNU Bojonegoro menggelar rangkaian acara, salah satunya khotmilquran binnadhor dan istighosah di kantor PCNU Bojonegoro, Jalan Raya Ahmad Yani Bojonegoro, Selasa (21/10) mulai pagi hingga siang.

Sekretaris PCNU Bojonegoro, Moh. Zainudin menjelaskan, banyak sekali kegiatan rangkaian HSN 2025 di PCNU Bojonegoro. Baik yang dilaksanakan oleh PCNU maupun masing-masing Banom.

"Di antaranya hari ini (kemarin), PCNU Bojonegoro menggelar Khotmil Qur'an bin Nadhor dan Istighosah," kata Kang Zain, panggilan akrabnya.

Terpisah, Pimpinan Yayasan Ponpes Syakur Al-Marzuqi, M. Ali Baidlowi mengungkapkan, HSN ponpesnya mengikuti kegiatan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Ngasem. Di antaranya istighosah bersama di pendapa kecamatan di Selasa (21/10) malam atau malam HSN.

Kemudian, upacara bendera sebagian santri di halaman pesantren Rabu (22/10) hingga gema salawat pada Kamis (23/10) malam. "Insyaallah besok (23/10) anak-anak santri juga buat acara gema salawat di pesantren dalam rangka HSN," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Ponpes Sunan Drajat Kedungsantren Ahmad Nashir Falachuddin mengaku, membuat serangkaian acara. Meliputi lomba bertajuk Dungsantren Islamic Festival (Difest) melingkupi lomba adzan, Musabaqah Hifdzil Qu'ran (MHQ), sampai pidato dan dakwah cilik (pildacil).

"Hal ini dibuat dalam rangka merespons isu pesantren yang dibicarakan. Bahwasannya santri itu mampu untuk berdaya saing dalam beberapa aspek, dan kita dididik kiyai dalan urusan dakwah, serta memperdalam ilmu agama maupun Alquran," tuturnya.

Selain itu, tambah dia, dilaksanakan upacara HSN dengan diselingi drama kolosal perjuangan santri pada waktu kemerdekaan atau disebut Revolusi Jihad.

Menurutnya, ini dilakukan untuk memberi wawasan historis kepada santri maupun masyarakat secara umum. "Kalau dalam kemerdekaan Indonesia juga ada peranan santri yang rela mengorbankan ngawa demi memperjuangkan NKRI," tandas Fafa, sapaan akrabnya. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#indonesia #istighosah #hari santri nasional #pcnu #alquran #upacara bendera #Khotmil Qur'an #Santri #khotmil quran #bojonegoro #hari santri #hsn #salawat