Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ledre Bojonegoro: Gulungan Manis Sejarah dalam Simbol Kebanggaan Kota

Bhagas Dani Purwoko • Rabu, 6 Agustus 2025 | 21:52 WIB
MASIH EKSIS: Perajin Ledre di Desa Gapluk, Kecamatan Purwosari masih terus memproduksi ledre. Butuh dampingan perizinan dan pemasaran. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
MASIH EKSIS: Perajin Ledre di Desa Gapluk, Kecamatan Purwosari masih terus memproduksi ledre. Butuh dampingan perizinan dan pemasaran. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ada sebuah aroma khas yang langsung mengingatkan siapa pun pada Bojonegoro: wangi manis pisang yang berpadu dengan gurihnya santan, terpanggang di atas bara api. Aroma itu adalah milik Ledre, sebuah kudapan renyah yang statusnya jauh melampaui sekadar oleh-oleh.

Bagi Bojonegoro, Ledre adalah gulungan sejarah, simbol kreativitas, dan denyut nadi ekonomi kerakyatan. Tak heran jika julukan "Kota Ledre" begitu melekat pada kabupaten ini. Mari kita bedah lebih dalam mengapa jajanan sederhana ini begitu istimewa dan menjadi kebanggaan yang diakui secara nasional.

Apa Sebenarnya Ledre Itu? Cita Rasa Khas dari Pisang Raja

Ledre adalah camilan berbentuk seperti cerutu atau kue semprong, dengan tekstur yang sangat renyah dan rasa manis yang khas. Keistimewaan rasanya lahir dari perpaduan tiga bahan utama yang sederhana namun berkualitas.

Kombinasi inilah yang menciptakan cita rasa yang ringan, gurih, manis, dan wangi dalam satu gigitan renyah.

Jejak Sejarah: Dari Kudapan Sederhana hingga Warisan Budaya Nasional

Sejarah Ledre berakar pada kreativitas masyarakat Bojonegoro puluhan tahun silam. Menurut catatan sejarah lisan yang diwariskan turun-temurun, Ledre mulai berkembang sekitar tahun 1920-an hingga 1940-an di wilayah Kecamatan Padangan, yang hingga kini dikenal sebagai salah satu sentra utamanya.

Pada awalnya, Ledre adalah kudapan rumahan biasa. Namun, karena keunikannya, ia perlahan menjadi populer dan dijadikan buah tangan. Puncaknya, pengakuan atas nilai sejarah dan budayanya datang dari tingkat tertinggi.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI secara resmi telah menetapkan Ledre Bojonegoro sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Penetapan ini menegaskan bahwa Ledre bukan lagi sekadar makanan, melainkan aset budaya bangsa yang harus dilestarikan.

Proses Pembuatan Unik: Seni Menggulung Cepat di Atas Bara

Menyaksikan pembuatan Ledre adalah sebuah atraksi tersendiri. Prosesnya membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan keahlian yang diwariskan antargenerasi.

  1. Adonan Tipis: Adonan cair yang terbuat dari tepung beras dan santan dituangkan tipis-tipis di atas wajan datar khusus yang dipanaskan dengan api arang untuk menjaga kestabilan suhu.

  2. Pemberian Pisang: Irisan tipis Pisang Raja diletakkan di atas adonan yang setengah matang.

  3. Momen Krusial: Begitu adonan mengering dan mengeluarkan aroma wangi, perajin harus dengan sangat cepat menggulungnya menggunakan alat bantu sebelum menjadi keras dan patah.

Gerakan tangan yang lincah dan terampil inilah yang mengubah adonan sederhana menjadi gulungan renyah yang sempurna. Ini adalah sebuah seni yang memadukan rasa dan teknik.

Denyut Ekonomi Lokal: Ledre sebagai Penopang UMKM

Di balik rasa manisnya, Ledre adalah tulang punggung bagi ratusan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bojonegoro. Kecamatan Padangan dan Purwosari menjadi sentra industri rumahan Ledre yang paling terkenal.

Keberadaan industri ini menciptakan efek domino yang positif:

Ledre Kini: Inovasi Rasa untuk Menjangkau Pasar Luas

Meski berakar pada tradisi, para perajin Ledre tidak berhenti berinovasi. Untuk memenuhi selera pasar yang lebih modern, kini banyak ditemui varian rasa baru di samping rasa orisinal pisang raja. Rasa seperti cokelat, keju, stroberi, hingga teh hijau mulai bermunculan.

Kemasan yang lebih modern dan penjualan melalui platform online juga membantu Ledre menjangkau pasar yang lebih luas, membawa nama Bojonegoro ke berbagai penjuru nusantara.

Pada akhirnya, setiap gulungan Ledre yang kita nikmati menyimpan cerita tentang kreativitas, ketekunan, dan kebanggaan masyarakat Bojonegoro. Mendukung Ledre berarti turut serta melestarikan warisan budaya dan menjaga denyut ekonomi lokal agar terus berdetak. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#manis #camilan #Padangan #sejarah #bojonegoro #oleh-oleh #khas #aroma #ledre