Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Buka Ruwatan Murwakala, Bupati Dorong Pelestarian Budaya dan Kearifan Lokal

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 28 Juni 2025 | 00:23 WIB
(DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)
(DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bupati Bojonegoro membuka secara langsung kegiatan tradisi Ruwatan Murwakala yang diselenggarakan dengan sakral di tempat wisata Kayangan Api kemarin (27/6).

Dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati dan pasangan, Ketua TP PKK Bojonegoro, Adm KPH Perhutani Bojonegoro, para pejabat di lingkup Pemkab Bojonegoro, hingga Persatuan Perdalangan Indonesia tersebut. Bupati mendorong masyarakat untuk terus menjaga kelestarian budaya dan kearifan lokal.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan, Ruwatan Murwakala ini merupakan wujud kearifan lokal di Bojonegoro. Dimana masyarakat diajak untuk mawas dan membersihkan diri secara lahir dan batin. Untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Ruwatan Murwakala juga mengandung nilai spiritual dan kearifan lokal sebagai bentuk penghormatan kepada alam, Sang Pencipta, dan membentuk jati diri masyarakat. Untuk selalu hidup guyub, rukun, dan bergotong royong dalam memperkuat identitas sosial sebagai masyarakat Jawa. Khususnya, di Bojonegoro.

‘’Saya mohon ini, budaya dan kearifan lokal harus dilestarikan. Untuk selalu hidup rukun, guyub, dan bergotong royong. Sebagai bentuk untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT agar kehidupan ke depan menjadi lebih baik,’’ ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Welly Fitrama mengatakan, ruwatan atau kegiatan pembersihan diri dari hal-hal negatif ini merupakan suatu kebudayaan dan tradisi masyarakat di Bojonegoro. Dengan rangkaian penggabungan antara unsur tanah, air, angin, dan api.

Sebelumnya pada Kamis (26/6) juga telah dilakukan prosesi pengambilan minyak di Wonocolo. Kemudian, di semayamkan malamnya di Pendapa Kayangan Api. Dan, dilanjut dengan doa bersama sekaligus salawatan.

‘’Selain untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin melaksanakan ruwatan. Kegiatan ini juga sebagai bentuk untuk melestarikan adat Jawa dan mendukung Geopark Bojonegoro,’’ lanjutnya.

Dia menambahkan, Ruwatan Murwakala diikuti oleh 100 Sukerto, dengan jumlah sekitar 172 orang. Semuanya merupakan masyarakat Bojonegoro dengan dibuktikan menggunakan KTP dan KK.

Dengan tujuan, sebagai Upaya untuk melestarikan seni budaya tradisi ruwatan untuk masyarakat Bojonegoro. Selain itu, agar tradisi ini tetap dikenal oleh generasi muda.

‘’Juga, sebagai fasilitas untuk masyarakat yang ingin melakukan ruwatan dengan gratis,’’ terangnya. (ewi/edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bupati bojonegoro #Budaya #Disbudpar Bojonegoro #ruwatan #pemkab bojonegoro #kebudayaan #bojonegoro #Setyo Wahono #kearifan lokal #Ruwatan Murwakala #kayangan api