Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Siap-Siap, Ini Amalan dan Tradisi Malam 1 Suro: Saat Tepat untuk Introspeksi dan Doa

Bhagas Dani Purwoko • Selasa, 24 Juni 2025 | 05:26 WIB
Menjaga Tradisi Bubur Suro 
Menjaga Tradisi Bubur Suro 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Malam 1 Suro atau 1 Muharam 1447 H jatuh pada 27 Juli 2024. Ini merupakan momen penting dalam penanggalan Jawa dan Hijriah. Bagi umat Islam, 1 Muharram menandai Tahun Baru Islam, sedangkan dalam kepercayaan masyarakat Jawa, malam 1 Suro dianggap sebagai malam yang sakral dan penuh makna spiritual.

Lalu, apa saja yang sebaiknya dilakukan saat malam 1 Suro atau 1 Muharram?

1. Melakukan Muhasabah dan Introspeksi Diri

Malam 1 Muharram adalah waktu yang tepat untuk merenung dan mengevaluasi diri. Muhasabah atau introspeksi menjadi amalan utama agar kita bisa menapaki tahun baru dengan lebih baik. Rasulullah SAW bersabda:

> "Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian..."
(HR. Tirmidzi)

2. Membaca Doa Awal dan Akhir Tahun

Umat Islam dianjurkan membaca doa akhir tahun setelah salat Ashar pada hari terakhir bulan Dzulhijjah, serta doa awal tahun setelah salat Magrib di malam 1 Muharram. Doa ini sebagai bentuk permohonan ampun atas kesalahan di tahun lalu dan harapan kebaikan untuk tahun berikutnya.

3. Puasa Sunah Tanggal 1 Muharram

Berpuasa di awal Muharram sangat dianjurkan. Nabi Muhammad SAW bersabda:

> "Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah yang disebut Muharram…"
(HR. Muslim)

Meskipun lebih utama dilakukan pada hari Asyura (10 Muharram), berpuasa sejak 1 Muharram termasuk amalan yang berpahala besar.

4. Malam Tirakat atau Laku Spiritual (Tradisi Jawa)

Dalam budaya Jawa, terutama di malam 1 Suro, masyarakat melakukan tirakat, seperti berpuasa, tapa bisu (tidak berbicara), atau doa malam di tempat sunyi. Ini bukan bagian dari ibadah Islam, tapi menjadi tradisi turun-temurun yang dimaknai sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan menghindari energi negatif.

 Baca Juga: Hati-Hati! Ketahui 4 Larangan Bulan Suro Ini, Wajib Dihindari agar Terhindar dari Kesialan dan Rezeki Seret

5. Ziarah dan Membersihkan Makam Leluhur

Beberapa kalangan juga melakukan ziarah kubur menjelang atau saat malam 1 Suro, untuk mendoakan leluhur. Ini sesuai dengan ajaran Islam yang menganjurkan doa untuk orang tua dan keluarga yang telah meninggal dunia.

Malam 1 Suro atau 1 Muharram bukan sekadar pergantian kalender, tetapi menjadi momen spiritual untuk berdoa, bertobat, dan memperbaiki diri. Baik menurut ajaran Islam maupun tradisi Jawa, malam ini mengajarkan kita untuk lebih dekat kepada Tuhan dan mengawali tahun baru dengan hati yang bersih. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#amalan #penanggalan #jawa #islam #Muharam #suro #1447 H #Tradisi