Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Masyarakat Samin: Perajin Batik Lain Boleh Turut Membuat Motif Obor Sewu, Tapi Lokasi Produksi Harus Di Margomulyo

Bhagas Dani Purwoko • Senin, 23 Juni 2025 | 03:26 WIB
BATIK: Bambang Sutrisno (baju hitam) menerima kunjungan dari jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro.
BATIK: Bambang Sutrisno (baju hitam) menerima kunjungan dari jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Motif Obor Sewu yang telah memiliki hak kekayaan intelektual (haki) membuat proses produksi hanya bisa dilakukan secara eksklusif oleh masyarakat Samin di Kecamatan Margomulyo.

Meski begitu, masyarakat Samin tetap membuka diri apabila ada pengrajin lain yang ingin turut serta dalam pembuatan. Namun, proses produksi harus dilakukan di Margomulyo. Dengan tujuan, pemberdayaan masyarakat di pinggir hutan tersebut.

Penerus Ajaran Samin atau Sedulur Sikep Bambang Sutrisno menyampaikan, motif obor sewu mulai diproduksi pada 2019 lalu, berupa udeng. Tidak diperjualbelikan secara luas. Dengan tujuan, apabila ada orang yang berkunjung di Kampung Samin yang berada di Dusun Jipang, Desa Margomulyo diberi kenang-kenangan tersebut.

Mengingat, bahwa motif Obor Sewu merupakan suatu kebanggaan dengan cerita, sejarah, makna, dan filosofi yang melekat erat di dalamnya. Kemudian, pada 2024, udeng Obor Sewu mendapat perhatian dari Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro Adriyanto.

Di mana seluruh ASN maupun Non ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro diwajibkan menggunakan udeng Obor Sewu setiap Rabu. Dan, di 2025 saat ini terdapat kebijakan baru untuk menjadikan sebagai PDH Adat Obor Sewu untuk para pejabat daerah di lingkup Pemkab Bojonegoro.

“Cita-cita pemerhati Samin terkabul. Bahwa Obor Sewu bisa diterima oleh masyarakat luar. Termasuk, Pemkab yang menjadikannya sebagai PDH adat,” ujarnya. Terkait haki yang membuat produksi batik Obor Sewu eksklusif oleh masyarakat Samin di Margomulyo, menurut Bambang sapaannya, karena sudah memiliki haki, jadi mau tidak mau harus sesuai aturan.

Namun, pihaknya tidak menutup diri harus masyarakat Samin yang membuat. Apabila ada perajin yang juga ingin turut membuat batik motif Obor Sewu, diperbolehkan. Namun, produksi harus dilakukan di Margomulyo.

Dengan tujuan, agar dapat memberdayakan masyarakat setempat. “Tidak harus dibuat (masyarakat) Samin. Misal ada perajin yang mau membuat, monggo. Tapi, harus di Margomulyo. Agar masyarakat pinggiran hutan ini, bisa berdaya,” lanjutnya.

Perlu diketahui, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro akan diwajibkan menggunakan pakaian dinas harian (PDH) Adat Obor Sewu mulai Juli 2025. Untuk itu, diminta untuk melakukan pemesanan langsung kepada masyarakat Samin di Kecamatan Margomulyo.

Hak kekayaan intelektual (Haki) motif Obor Sewu ini dimiliki oleh Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Sugeng Wardoyo. Dimana telah mempersembahkan motif Obor Sewu untuk masyarakat Samin di Kecamatan Margomulyo. Sehingga, motif ini secara eksklusif hanya bisa diproduksi oleh masyarakat Samin tersebut.

Kepala Bagian (Kabag) Organisasi Kabupaten Bojonegoro Dyah Enggar Mukti menyampaikan, haki Obor Sewu dimiliki oleh Sugeng Wardoyo. Seorang Dosen ISI Surakarta yang mempersembahkan motif Obor Sewu untuk masyarakat Samin di Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro. Di mana motif ini dituangkan dalam kain batik, udeng, dan selendang.

“Oleh Pak Sugeng hanya boleh diproduksi oleh masyarakat Samin di Margomulyo,” ujarnya. Perempuan yang pernah menjabat sebagai Camat Margomulyo tersebut melanjutkan, karena dari pemilik haki hanya memperbolehkan produksi di Margomulyo.

Maka, apabila ASN maupun non ASN di lingkup Pemkab Bojonegoro ingin melakukan pemesanan. Dari Bagian Organisasi Pemkab Bojonegoro telah mencantumkan kontak atau nomor hp Pak Bambang Sutrisno sebagai penerus ajaran Samin.

“Monggo, bisa pesan ke Pak Bambang Sutrisno. Karena ini inden, mohon bersabar. Kalau awal Juli belum mendapat kain, tidak apa-apa. Ditunggu sampai mendapatkan kain,” pungkasnya. (ewi/bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#margomulyo #Perajin #Sedulur #obor sewu #Motif #bojonegoro #batik #samin