Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Sambil Kembangkan Wisata, Warga Sidobandung Pertahankan Kearifan Lokal

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 20 April 2025 | 21:53 WIB
LESTARIKAN BUDAYA: Dalang Ki Ponidi asal Desa Sidobandung, Kecamatan Balen saat memainkan wayang Thengul (23/8) Selasa malam di Balai Desa Kalirejo, Kecamatan Kota Bojonegoro. (TAMSIX HEVEN DANUARTA/M
LESTARIKAN BUDAYA: Dalang Ki Ponidi asal Desa Sidobandung, Kecamatan Balen saat memainkan wayang Thengul (23/8) Selasa malam di Balai Desa Kalirejo, Kecamatan Kota Bojonegoro. (TAMSIX HEVEN DANUARTA/M

 

RADARBOJOENGORO.JAWAPOS.COM - Menjaga dan melestarikan budaya menjadi tugas bersama. Sebab, tidak sedikit daerah mulai meninggalkan dan mengikis secara perlahan.

Namun, ini tidak berlaku bagi Desa Sidobandung Kecamatan Balen. Hingga kini masih melestarikan kearifan lokal, di antaranya budaya dan kesenian.

‘’Potensi desa kami pertanian, wisata, dan budaya ada semua,’’ tutur Kepala Desa (Kades) Sidobandung, Kecamatan Balen Sukijan.

Dia melanjutkan, untuk potensi pertanian didominasi varietas padi. Dalam setahun bisa panen hingga tiga kali. Sedangkan, di ranah hiburan tengah fokus mengembangkan wisata Embung Babo. ‘’Kami memiliki satu wisata,’’ tuturnya.

Sukijan menambahkan, jika wilayah dipimpinnya juga memiliki segudang potensi budaya dan kesenian. Di antaranya ruwatan massal, keleman atau tradisi petani agar tanah menjadi subur dan hasil panen maksimal, kerja bhakti bersih-bersih desa, sedekah bumi, hingg kesenian reog.

Dia menuturkan, tahun ini mengadakan ruwatan massal. Rencana digelar di Juli mendatang di Embung Babo. ‘’Insyaallah ruwatan (masal) Juli di Babo,’’ beber dia.

Sedangan, untuk kesenian masih melestarikan reog yang dikelola perseorangan. Sebab, peralatan dimiliki desa tidak lengkap.

‘’Dulu desa punya tapi sekarang tinggal empyaknya. Karena pemain buat sendiri akhirnya yang sekarang miliki perseorangan. Punya desa tidak komplit (peralatannya),’’ ucapnya.

Dian Erika warga setempat menambahkan, desanya masih melestarikan budaya dan kesenian. Dari wiwit pari, sedekah bumi, hingga reog.

Bahkan, budaya itu sudah ada sejak sebelum ia lahir di 1999. ‘’Memang sebaiknya (budaya itu) harus dilestarikan. Kalau wiwit pari itu sebelum panen dan kalau sudah panen itu ada sedekah bumi. Ini kearifan lokal yang harus dijaga,’’ ungkapnya. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#seni #Wisata #Budaya #potensi budaya #kesenian #Petani #Pertanian #bojonegoro #balen #kearifan lokal